Risiko Saraf Kejepit di Balik 'Demam' Hyrox yang Lagi Hits

Risiko Saraf Kejepit di Balik 'Demam' Hyrox yang Lagi Hits

detikHealth
Sabtu, 18 Jul 2026 08:01 WIB
Devandra Abi Prasetyo
Ditulis oleh:
Devandra Abi Prasetyo
Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fans Manchester United yang juga eks pesepakbola semi-profesional. Banyak menulis soal olahraga dari sudut pandang hidup sehat.
Copy space shot of an attractive young woman exercising on rowing machine in the gym. She is keeping her performance on rowing machine display.
Tren hyrox tengah naik daun. Foto: Getty Images/fotostorm
Jakarta -

Sebelum ramai dibicarakan di media sosial, Hyrox lebih dulu populer sebagai ajang kebugaran yang menggabungkan lari dan latihan fungsional berintensitas tinggi. Kini, tren tersebut ikut menjamur di Indonesia.

Dari sini, banyak orang yang mulai tertarik mencobanya demi menguji stamina sekaligus mencari tantangan baru. Tapi, meskipun menawarkan banyak manfaat kesehatan, tetap ada risiko kesehatan di baliknya.

Plus Minus Hyrox untuk Kesehatan Tubuh

Dokter spesialis bedah saraf, dr Victorio, SpBS dari Lamina Hospital mengatakan olahraga apapun termasuk Hyrox jika dilakukan sesuai dengan kemampuan tubuh, sebenarnya dapat memberikan manfaat kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hyrox apabila dilakukan dengan program yang jelas, yang tertata dengan baik, itu salah satunya adalah menguatkan struktur tubuh. Anatomi tubuh akan semakin kuar, otot dan tulang semakin kuat," kata dr Rio, sapaannya, dalam perbincangan dengan detikcom di Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2026).

ADVERTISEMENT

dr Rio yang belakangan juga aktif mengikuti latihan Hyrox tersebut menambahkan latihan ini juga dapat membantu seseorang memperbaikan bentuk badan.

"Semua otot kita, mungkin dari ujung rambut sampai ujung kaki itu dilatih dengan keras sehingga hasilnya bisa maksimal," katanya.

Namun, risiko kesehatan tetap saja mengintai, salah satunya saraf kejepit. Seperti yang diketahui, Hyrox sendiri memiliki 8 latihan fungsional yang harus diselesaikan.

"Menurut saya semua gerakan dari delapan gerakan itu semuanya punya risiko (cedera) yang tinggi. Yang sering jadi trouble adalah di saat entah gerakan ke berapa, itu kondisi kita yang tidak konsentrasi atau kita sedang melemah," katanya.

"Ada gerakan yang salah yang menyebabkan salah satunya cedera pada tulang belakang," sambungnya.

Namun, kembali lagi, dr Rio menegaskan bahwa tidak perlu terlalu overthinking terkait risiko cedera. Meskipun, setiap peserta atau orang yang ingin mengikuti Hyrox tetap harus waspada terkait itu.

Manfaat kesehatan di balik olahraga apapun, lanjut dr Rio, seharusnya menjadi sesuatu yang dikejar oleh banyak orang. Pasalnya, gaya hidup aktif akan selaras dengan tubuh sehat.

"Di jurnal menyatakan bahwa gerakan-gerakan tersebut, apabila dilakukan secara bertahap, bertingkat, berlanjut, dan sesuai dengan program yang diberikan oleh pelatih profesional, itu memberikan hasil yang luar biasa. Terutama untuk kekuatan otot dan tulangnya," tutupnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Demam Hyrox Melanda, tapi Jangan Remehkan Risiko Saraf Kejepit"
[Gambas:Video 20detik] (dpy/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads