Pau Cubarsi Curi Sorotan Dunia, Ini Cara Bek 19 Tahun Jaga Kesehatan Mental

Pau Cubarsi Curi Sorotan Dunia, Ini Cara Bek 19 Tahun Jaga Kesehatan Mental

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Senin, 20 Jul 2026 17:08 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Final - Spain v Argentina - New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, U.S. - July 19, 2026 Spains Pau Cubarsi celebrates after receiving the Young Player award REUTERS/Lee Smith
Pau Cubarsi (Foto: REUTERS/Lee Smith)
Jakarta -

Bek muda Spanyol, Pau Cubarsi meraih gelar Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026. Ia berhasil 'menyingkirkan' rekan setimnya, Lamine Yamal untuk torehan ini.

Di usianya yang baru 19 tahun, Cubarsi menjadi andalan La Roja di garis pertahanan. Ia menjadi salah satu pemain yang paling sering menyentuh bola dan memberikan operan akurat sukses.

Penampilannya yang tenang, matang, dan konsisten membuatnya digadang-gadang sebagai salah satu bek terbaik generasi baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesehatan Mental Pau Cubarsi

Namun, di balik sorotan publik dan ekspektasi tinggi, Cubarsi menyadari pentingnya menjaga kesehatan mental. Baginya, tetap membumi dan tidak larut dalam pujian menjadi salah satu kunci agar bisa terus berkembang sebagai pesepakbola profesional.

ADVERTISEMENT

Dalam wawancara dengan media resmi Barcelona, Cubarsi mengaku berusaha menjalani hidup senormal mungkin meski kariernya melesat dalam waktu singkat. Ia menyebut keluarga menjadi tempatnya kembali ketika tekanan sebagai pemain sepak bola mulai terasa.

"Saat ini aku merasa rileks. Keluarga dan teman-temanku membantuku untuk tetap berpijak pada kenyataan, dan itu sangat penting. Ini berarti aku jauh lebih tenang menghadapi semua yang terjadi padaku," kata Cubarsi.

Masih berusia muda, dan bermain untuk salah satu club terbaik di dunia, Cubarsi tentu harus hidup dengan tekanan.

"Tetapi ketika Anda bermain untuk Barca, selalu ada tekanan ekstra karena mengenakan seragam ini adalah hal terpenting di dunia. Jadi, kami bermain di bawah tekanan yang besar, tetapi itu justru membuat kami menjadi pemain sepak bola yang lebih baik dan itu terlihat," katanya.



(dpy/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads