Presiden Barcelona Joan Laporta Jalani Operasi Aritmia, Kondisi Apa Itu?

Presiden Barcelona Joan Laporta Jalani Operasi Aritmia, Kondisi Apa Itu?

detikHealth
Jumat, 31 Jul 2026 15:09 WIB
Devandra Abi Prasetyo
Ditulis oleh:
Devandra Abi Prasetyo
Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fans Manchester United yang juga eks pesepakbola semi-profesional. Banyak menulis soal olahraga dari sudut pandang hidup sehat.
FC Barcelona president Joan Laporta is in the VIP box during the match between FC Barcelona and RCD Mallorca, corresponding to week 23 of LaLiga EA Sports, played at the Spotify Camp Nou in Barcelona, Spain, on February 7, 2026. (Photo by Joan Valls/
Presiden Barcelona Joan Laporta (Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)
Jakarta -

Presiden klub raksasa Spanyol Barcelona, Joan Laporta (64) dikabarkan menjalani operasi untuk mengatasi aritmia, yakni gangguan irama jantung. Kini Laporta disebut tengah menjalani proses pemulihan.

Dikutip dari ESPN, prosedur operasi dilakukan di semua rumah sakit di kota Catalan pada Selasa (28/7). Usai menjalani operasi, Laporta menyebut kondisi jantungnya kini telah memiliki ritme normal.

"Semuanya berjalan lancar. Aritmia saya telah pulih. Jantung saya berdetak teratur lagi," kata Laporta di media sosial, dikutip dari ESPN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sangat berterima kasih kepada para dokter, perawat, dan staf kesehatan yang luar biasa di Rumah Sakit Barcelona, yang dipimpin oleh dr Jordi Morillas. Mereka telah melakukan pekerjaan yang sangat baik," lanjut dia.

Laporta berada di Amerika Serikat awal bulan ini, menyaksikan beberapa pertandingan saat Spanyol memenangkan Piala Dunia, termasuk final di New Jersey akhir pekan lalu.

ADVERTISEMENT

Apa Itu Aritmia?

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) Aritmia adalah gangguan irama jantung akibat impuls listrik di jantung tidak bekerja dengan baik. Jantung manusia normalnya akan berdenyut sebanyak 60-100 kali permenit dalam kondisi beristirahat.

Denyut jantung tersebut normalnya berirama teratur. Pengidap aritmia dapat merasakan detak jantungnya lebih cepat (takikardia), melambat (bradikardia), atau detak jantung yang tidak teratur.

Gejala yang mungkin dirasakan oleh pengidap aritmia adalah dada berdebar, nyeri dada, sesak nafas, lemas, pusing ataupun pingsan. Kematian mendadak merupakan akibat paling menakutkan dari aritmia.

Adapun prosedur pengobatan aritmia meliputi:

  • Pemasangan alat pacu jantung
  • Kardioversi untuk mengembalikan irama jantung
  • Pemasangan defibrilator implan untuk memonitor gangguan irama jantung dan membantu menormalkan detak jantung
  • Terapi ablasi, yakni penggunaan kateter perkutan/dibawah kulit yang ditujukan ke jantung



(dpy/kna)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads