Football Intelligence Bruno Fernandes, Sebenarnya Apa yang Terjadi di Otaknya?

Football Intelligence Bruno Fernandes, Sebenarnya Apa yang Terjadi di Otaknya?

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Senin, 31 Agu 2026 16:03 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - AUGUST 30: Bruno Fernandes of Manchester United celebrates after scoring a penalty to make it 3-1 during the Premier League 2026/27 match between Manchester United and Ipswich Town at Old Trafford on August 30, 2026 in Mancheste
Kapten Mancehster United Bruno Fernandes (Foto: Getty Images/Robbie Jay Barratt - AMA)
Jakarta -

Bruno Fernandes menjadi bintang kemenangan Manchester United 5-2 atas Ipswich Town. Tak tanggung-tanggung, pemain Portugal ini memborong 3 gol dan 1 assist.

Laga Man Utd vs Ipswich Town tersaji dalam pekan kedua Premier League. Duel digelar di Old Trafford, Minggu (30/8/2026) malam WIB. Michael Carrick angkat topi atas performa Bruno Fernandes di lapangan. Dia mengakui pemain berusia 31 tahun itu tampil luar biasa.

"Dia menunjukkan kualitasnya hari ini. Bruno melakukan apa yang dia kuasai," kata Carrick kepada Sky Sports.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia menjalani minggu yang hebat dengan memenangkan penghargaan. Tiga gol dan penampilan yang fantastis," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Bruno dan Footbal Intelligence

Salah satu alasan penampilan impresif Bruno adalah ia disebut-sebut punya football intelligence yang sangat baik. Bahkan, cara kerja otaknya dinilai lebih 'tajam' daripada pemain sepakbola kebanyakan.

"Dia (Fernandes) cerdas, dia memiliki pandangan jauh ke depan, dia memiliki visi. Dia melihat apa yang ingin dia lakukan dengan bola sebelum bola itu sampai kepadanya," kata eks striker Man United, Odion Ighalo kepada Sky Sports.

Sebuah jurnal yang terbit di tahun 2026 berjudul "Neural activation patterns underlying football decision-making: evidence for the neural proficiency hypothesis" menemukan bahwa pemain di level elit memiliki otak yang mampu membuat keputusan dan reaksi jauh lebih cepat daripada pemula.

Studi ini menggunakan bantuan functional magnetic resonance imaging (fMRI) dan paradigma pengambilan keputusan berbasis video yang realistis, membandingkan pola aktivasi otak pada 20 pemain sepak bola elit dan 20 pemain pemula.

Pemain sepak bola bermain dalam lingkungan yang serba cepat dan berubah secara dinamis, di mana tindakan simultan dari banyak lawan dan rekan satu tim harus dengan cepat dipahami dan diprediksi agar dapat merespons secara efektif pada setiap saat.

Tugas yang menantang ini melibatkan berbagai macam proses kognitif seperti persepsi visual, perhatian, antisipasi, memori kerja, kognisi sosial, dan kontrol eksekutif, yang harus bekerja secara fleksibel bersama-sama untuk mendukung tindakan pemain.

Temuan ini memberikan bukti pencitraan saraf, bahwa pengambilan keputusan yang unggul pada atlet elit didukung oleh peningkatan perekrutan dan integrasi jaringan kognitif tingkat tinggi, sesuai dengan Neural Proficiency Hypothesis atau Hipotesis Kemahiran Saraf.



(dpy/kna)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads