Saat ditemui di Lampung Financial Festival di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Zulhas mengaku dirinya masih bisa berlari sampai 10 km.
"Lari itu, itu kita bisa ide-ide kreatif itu bisa muncul. Ya, beda sama jalan. Kalau jalan itu rekreasi. Tapi kalau lari itu beda. Jadi kalau stres, baru putus cinta, ditinggalin pacarnya ya... lari sepuluh kilo," ujar Zulhas di Lampung, dikutip dari CNBC, Sabtu (5/9/2026).
"Segera olahraga. Pergi ke lapangan bola Bandar Lampung, putar sepuluh kali, hilang tuh. Tidurnya nyenyak gitu," lanjutnya.
Lari untuk Meredakan Stres
Sebenarnya, apa yang dikatakan Zulhas tersebut ada benarnya. Pasalnya, lari sendiri dapat membantu seseorang dalam hal kesehatan mental, salah satunya 'mengusir' stres.
Dikutip dari WebMD, saat seseorang berlari, tubuh akan melepaskan endorfin dan serotonin, ini adalah zat kimia yang dapat memperbaiki suasana hati.
Selain itu, tubuh juga akan melepaskan endocannabinoid setelah berlari. Ini adalah zat kimia yang diproduksi secara alami dalam tubuh ini membanjiri aliran darah dan bergerak ke otak. Ini memberikan perasaan pengurangan stres dan ketenangan jangka pendek serta dapat meningkatkan respons fisik dan mental.
Studi menunjukkan bahwa berlari secara teratur dengan kecepatan sedang atau tinggi dapat meningkatkan kesehatan mental, daya ingat, dan kemampuan belajar.
Berlari di luar ruangan dapat memberikan manfaat lain, seperti mengurangi perasaan kesepian dan isolasi, mengurangi dampak stres, serta membantu mengatasi depresi dan kecemasan.
Simak Video "Video: Tips Lari Malam buat Pekerja Kantoran"
(dpy/up)