Jakarta Running Festival (JRF) 2026 bakal menghadirkan standar baru untuk para pelari. Tahun ini, kategori half marathon JRF mendapat Gold Label dari World Athletics, sementara kategori marathon memperoleh World Athletics Label.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Kelompok Lari Anak Bangsa (KLAB) Dickie Widjaja dalam konferensi pers myBCA Jakarta Running Festival 2026 di Balai Agung, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Dickie mengatakan pencapaian tersebut membuat penyelenggaraan JRF harus memenuhi sejumlah standar yang ditetapkan World Athletics. Rute, layanan medis, hingga aspek anti-doping akan diaudit oleh World Athletics.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rute, medis, anti-doping-nya semuanya diaudit oleh World Athletics langsung," ujar Dickie.
Menurut Dickie, Gold Label untuk kategori half marathon JRF 2026 menjadi yang pertama di Indonesia.
Diramaikan Pelari Elite Internasional
Peningkatan standar JRF 2026 juga ditandai dengan kehadiran pelari elite internasional. Ajang ini akan diikuti oleh 37.000 peserta dari 48 negara sehingga tidak hanya menjadi ajang lari bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga mempertemukan pelari dari berbagai negara.
Dickie mengatakan pihaknya mengundang pelari yang memiliki pengalaman meraih podium di sejumlah marathon internasional, termasuk Berlin Marathon dan Tokyo Marathon. Ada pula pelari yang pernah meraih medali di Olimpiade.
Kehadiran mereka membuat JRF 2026 tidak hanya menjadi ajang bagi pelari rekreasional, tetapi juga mempertemukan peserta dengan atlet yang memiliki pengalaman berkompetisi di level internasional.
Dickie bahkan memperkirakan persaingan half marathon tahun ini akan berlangsung sangat ketat.
Konferensi Pers JRF 2026 Foto: Adelia Magda Firdausi/detikhealth |
Ada Garis Biru untuk Pelari yang Ingin Kejar PB
Hal lain yang akan ditemui pelari pada JRF 2026 adalah Blue SPR Line. SPR merupakan singkatan dari Shortest Possible Route. Garis biru tersebut menjadi penanda jalur terpendek dalam rute lomba yang telah dihitung secara resmi.
Menurut Dickie, pelari yang ingin mengejar personal best (PB) dapat menggunakan garis tersebut sebagai panduan saat berlari.
"Untuk para pelari yang ingin mengejar PB, mereka bisa menggunakan line ini sebagai guidance ketika mereka lari," kata Dickie.
Konsep tersebut, lanjutnya, selama ini dapat ditemukan pada sejumlah ajang marathon besar dunia.
Peserta JRF Bisa Naik Transportasi Gratis
Tak hanya soal perlombaan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyiapkan dukungan bagi peserta JRF 2026. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan peserta dapat menggunakan transportasi yang dikelola Pemprov DKI Jakarta dengan tarif Rp0 selama dua hari pelaksanaan.
Namun, fasilitas tersebut memiliki syarat. Peserta harus mengenakan BIB dan jersey JRF.
"Selama dia memakai BIB dan jersey, dia akan digratiskan. Hari pertama maupun kedua diperlakukan sama," ujar Pramono.
Sebelumnya, Pramono menyebut moda transportasi yang mendapat fasilitas tersebut mencakup MRT Jakarta, TransJakarta, Transjabodetabek, dan LRT Jakarta.
JRF Ajak Warga Jakarta Ikut Meramaikan
JRF 2026 juga tidak hanya ditujukan untuk peserta lomba. Penyelenggara ingin menjadikan ajang tersebut sebagai festival olahraga yang bisa dinikmati masyarakat luas.
Dickie mengatakan Race Expo JRF 2026 akan digelar mulai 22 Oktober di Istora Senayan. Sekitar 130 brand akan hadir, termasuk 49 UMKM lokal. Selain itu, sekitar 250 komunitas akan dilibatkan untuk meramaikan sejumlah titik di sepanjang rute, termasuk melalui zona cheering.
"Jakarta Running Festival itu bukan hanya milik pelari, tetapi ini milik dari warga Jakarta," kata Dickie.
Dengan standar perlombaan yang meningkat, kehadiran pelari elite internasional, serta dukungan masyarakat dan pemerintah daerah, JRF 2026 akan menjadi salah satu agenda olahraga lari yang berlangsung di Jakarta pada Oktober mendatang.











































