Kevin Diks Main 120 Menit Lawan Thailand, Inikah Rahasia Staminanya?

Kevin Diks Main 120 Menit Lawan Thailand, Inikah Rahasia Staminanya?

detikHealth
Selasa, 06 Okt 2026 13:08 WIB
Devandra Abi Prasetyo
Ditulis oleh:
Devandra Abi Prasetyo
Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fans Manchester United yang juga eks pesepakbola semi-profesional. Banyak menulis soal olahraga dari sudut pandang hidup sehat.
Soccer Football - FIFA World Cup - AFC Qualifiers - Group B - Indonesia v Saudi Arabia - King Abdullah Sports City, Jeddah, Saudi Arabia - October 8, 2025 Indonesias Kevin Diks celebrates scoring their first goal REUTERS/Stringer
Kevin Diks (Foto: REUTERS/Stringer)
Jakarta -

Kapten Timnas Indonesia Kevin Diks jadi salah satu pemain yang harus bekerja ekstra keras saat Timnas Indonesia menghadapi Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. Bek berusia 30 tahun itu bermain hingga 120 menit dalam laga yang akhirnya dimenangkan Indonesia lewat adu penalti.

Berposisi alami sebagai pemain bertahan, Diks seakan mendapatkan peran ganda pada skema yang diberikan John Herdman. Pada beberapa kesempatan, ia juga ikut campur pada percobaan Indonesia dalam mencetak gol.

Tak berhenti sampai di situ, stamina pemain Borussia Mönchengladbach ini juga kembali diuji untuk membantunya tetap fokus pada drama adu penalti. Beruntung, Diks sukses menjadi algojo Timnas Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rahasia Stamina Kevin Diks

Untuk bisa melakukan tugas bertahan dan menyerang sama baiknya, seorang pemain sepakbola harus memiliki kapasitas aerobik yang baik.

ADVERTISEMENT

Kemampuan tubuh menggunakan oksigen secara efisien membantu pemain mempertahankan aktivitas fisik dalam waktu lama sekaligus mempercepat pemulihan di antara aktivitas berintensitas tinggi.

Salah satu indikator yang kerap digunakan untuk menggambarkan kapasitas aerobik adalah VO2max, yakni kemampuan maksimal tubuh menggunakan oksigen ketika melakukan aktivitas fisik.

Dikutip dari Harvard Health, huruf V pada VO2max berarti volume, sedangkan O2 berarti oksigen. Dengan demikian, VO2 max mengukur seberapa banyak oksigen yang dikonsumsi tubuh saat berolahraga. Biasanya, VO2 max diukur dalam ml/kg/menit (mililiter oksigen yang dikonsumsi per kilogram berat badan per menit olahraga).

Oksigen merupakan unsur penting dalam proses pernapasan. Saat menghirup oksigen, paru-paru akan menyerap dan mengubahnya menjadi energi yang disebut adenosin trifosfat (ATP) .

ATP memberi tenaga pada sel-sel dan membantu melepaskan karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan selama proses pernapasan saat menghembuskan napas.

Jika seseorang memiliki skor VO2max tinggi, maka jantung dan paru-paru akan lebih efektif dalam memasok darah ke otot-otot. Lalu, otot akan efisien mengekstraksi dan menggunakan oksigen dalam darah.



(dpy/dpy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads