Gigi dan Mulut

Tips Mengunyah Permen Karet, Penting Buat John Herdman hingga Sir Alex Ferguson

Ni‘matun Mutmainah, S.H.G. - detikHealth
Jumat, 09 Okt 2026 07:02 WIB
Pelatih Timnas Sepakbola RI, John Herdman. Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto
Jakarta - Kamera pertandingan kerap menangkap momen pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengunyah permen karet. Salah satunya di tengah laga FIFA Series 2026 antara Indonesia dan Saint Kitts dan Nevis digelar pada Jumat malam, 27 Maret 2026, di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Momen tersebut nampaknya bukan kali pertama. Pada beberapa kesempatan, eks pelatih Timnas Kanada itu memang sering tertangkap kamera sedang mengunyah permen karet.

Sebenarnya, cukup lazim di dunia sepakbola para pemain atau pelatih mengunyah permen karet di tengah pertandingan, terlebih di laga-laga sengit. Salah satu yang paling ikonik, tentu saja eks pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson. Banyak yang bilang, tujuannya untuk meredakan ketegangan akibat tensi yang meninggi. Tahu sendiri kan, setegang apa mengikuti laga The Red Devils?

Tetapi, sebenarnya aman nggak sih mengunyah permen karet saat main bola bagi kesehatan gigi?

Aman atau tidak, tergantung kandungan gulanya

Permen karet ada yang bergula dan ada yang bebas gula. Permen karet bergula dikunyah dalam waktu lama, sehingga gigi terus bersentuhan dengan gula. Bakteri di plak (lapisan lengket berisi bakteri di permukaan gigi) mengolah gula itu menjadi asam, dan asam ini perlahan mengikis email, lapisan terluar gigi yang keras.

Namun, aktivitas mengunyahnya sendiri bermanfaat bagi gigi karena merangsang produksi air liur. Air liur membilas sisa makanan, membantu menetralkan asam, dan membawa mineral yang dibutuhkan gigi. Sebuah ulasan di British Dental Journal menyebutkan bahwa mengunyah permen karet merangsang aliran air liur yang melindungi gigi setelah gigi terpapar sesuatu yang memicu asam, seperti makanan manis.

Jadi, mengunyah itu melindungi, tetapi gula justru merusak. Pada permen karet bergula, perlindungan dari air liur harus "melawan" pasokan gula yang terus bertambah selama dikunyah. Pada permen karet bebas gula, tidak ada tambahan gula, sehingga air liur bisa bekerja lebih efektif. Inilah alasan permen karet bebas gula umumnya dinilai lebih aman.

Bagaimana kalau hobi mengunyah permen karet manis?

Gigi berlubang tidak muncul dalam semalam. Prosesnya bertahap: paparan asam yang berulang membuat mineral keluar dari email (demineralisasi), lalu muncul bercak putih buram di permukaan gigi sebagai tanda awal, dan bila terus berlanjut email akan berlubang. Pada tahap awal, kerusakan masih bisa dipulihkan lewat remineralisasi, yaitu pengembalian mineral ke gigi, dibantu air liur dan fluoride dari pasta gigi. Itu sebabnya kebiasaan yang sering tetapi tidak diikuti perawatan gigi yang baik lebih berisiko daripada sesekali mengunyah.

Dampak yang bisa muncul bila kebiasaan mengunyah permen karet manis berlebihan antara lain gigi berlubang (terutama di sela gigi yang sulit dijangkau sikat), email yang menipis sehingga gigi terasa ngilu, serta plak yang cepat menumpuk dan berisiko memicu radang gusi.

Soal kebiasaan mengunyah permen karet, Sir Alex Ferguson (kanan) bisa dibilang contoh paling ikonik. (Photo by Mike Hewitt/Getty Images) Foto: Mike Hewitt/Getty Images

Cara mengenali permen karet bebas gula

Jangan hanya melihat tulisan di depan kemasan. Baca daftar bahan di bagian belakang:

  • Mengandung gula: sukrosa, glukosa, dekstrosa, sirup glukosa atau sirup jagung. Bahan-bahan ini tetap gula meski namanya berbeda.
  • Bebas gula: biasanya tertulis "sugar free" atau "bebas gula" dan memakai pemanis pengganti seperti xylitol, sorbitol, atau pemanis buatan.

Habis mengunyah, minum air putih yang cukup

Setelah selesai mengunyah, terutama permen karet bergula, perbanyak minum air putih. Air membantu membilas sisa gula yang menempel di permukaan dan sela-sela gigi, sehingga bakteri punya "bahan bakar" lebih sedikit. Air juga menjaga mulut tetap lembap agar air liur bisa bekerja optimal.

Tetap sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride (mineral yang menguatkan email gigi) dan bersihkan sela gigi dengan benang gigi. Air putih membantu membilas, tetapi tidak menggantikan sikat gigi. Bila permen karetnya berasa asam, sebaiknya beri jeda sekitar 30 menit sebelum menyikat gigi, karena email yang baru terpapar asam lebih mudah terkikis.

Pelatih Timnas Brazil, Carlo Ancelotti, juga identik dengan kebiasaan mengunyah permen karet di tengah laga. REUTERS/Mike Segar/File Photo Foto: REUTERS/Mike Segar

Bagaimana dengan rahang?

Mengunyah memang melibatkan otot-otot rahang, tetapi yang perlu diperhatikan justru sisi sebaliknya: jika dilakukan terlalu sering dan terlalu lama, rahang dapat kelelahan.

Soal seberapa besar risikonya, berbagai penelitian belum memberikan hasil yang konklusif. Sebuah tinjauan atas delapan penelitian menemukan bahwa pada sebagian orang, keluhan yang muncul hanya bersifat sementara dan hilang setelah kebiasaan mengunyah dihentikan.

Otot rahang orang yang sebelumnya tidak memiliki masalah sendi juga tampaknya dapat beradaptasi dengan kebiasaan ini. Studi pada mahasiswa kedokteran di Polandia pun menyimpulkan bahwa tanpa faktor lain, permen karet kemungkinan tidak memicu gangguan sendi rahang secara langsung.

Meski begitu, ada temuan yang perlu diperhatikan: semakin sering dan lama seseorang mengunyah, semakin besar kemungkinan munculnya keluhan seperti nyeri otot dan pembesaran otot rahang. Dengan demikian, mengunyah secukupnya setelah makan aman bagi kebanyakan orang, tetapi mengunyah berjam-jam setiap hari sebaiknya dihindari.

Jika rahang terasa pegal, berbunyi "klik", atau sulit dibuka lebar, kurangi kebiasaan ini dan periksakan diri ke dokter gigi.

Siapa yang perlu ekstra hati-hati?

Pada kelompok ini, mengunyah permen karet bisa mendatangkan masalah jika tidak hati-hati:

  • Pemakai behel atau gigi palsu: permen karet yang lengket bisa menempel pada kawat atau gigi tiruan.
  • Orang dengan tambalan atau mahkota gigi: permen karet yang sangat lengket berisiko menarik tambalan yang kurang kuat.
  • Orang dengan keluhan sendi rahang atau kebiasaan menggertakkan gigi: mengunyah lama bisa memperberat gejala.
  • Anak kecil: risiko tersedak, sehingga perlu pengawasan.

Permen karet xylitol yang beredar di pasaran

Xylitol yang dimaksud di sini bukan merek dagang, melainkan jenis pemanis dari kelompok gula alkohol, sama seperti sorbitol. Berbeda dengan gula biasa, pemanis ini tidak mudah difermentasi oleh bakteri di mulut menjadi asam. Mengunyah permen karet bebas gula juga merangsang produksi air liur yang membantu membilas sisa makanan dan menahan turunnya keasaman plak.

Meski begitu, belum jelas apakah xylitol mencegah gigi berlubang lebih baik daripada pemanis bebas gula lainnya. Karena itu, permen karet xylitol lebih tepat dipandang sebagai pelengkap perawatan gigi, bukan pengganti menyikat gigi.

Tips Mengunyah Permen Karet

Beberapa tips bagi yang punya kebiasaan mengunyah permen karet:

  • Pilih permen karet bebas gula dan cek daftar bahannya.
  • Kunyah setelah makan sekitar 20 menit, lalu beri jeda.
  • Minum air putih setelah mengunyah.
  • Tetap sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride dan bersihkan sela gigi.
  • Hentikan bila rahang pegal atau berbunyi.
  • Periksa ke dokter gigi secara rutin.

Kesimpulan

Mengunyah permen karet saat pertandingan umumnya aman bagi gigi, selama jenisnya bebas gula dan tidak dikunyah berlebihan. Permen karet bebas gula bahkan dapat membantu, karena merangsang air liur yang menahan turunnya keasaman plak.

Yang jelas, permen karet bergula lebih berisiko, karena gula yang terus bersentuhan dengan gigi diolah bakteri menjadi asam. Siapa pun yang gemar mengunyahnya sebaiknya tetap rutin menyikat gigi dengan pasta yang mengandung fluoride dan memeriksakan diri ke dokter gigi secara berkala.

@detikhealth_official Banyak yang mengira kalau warna gigi sudah bersih dan putih, berarti semuanya aman. Padahal, faktanya nggak selalu begitu. Bisa aja giginya kelihatan putih, tapi di sela-selanya ternyata ada lubang tersembunyi atau gusinya sedang meradang. Kesehatan rongga mulut itu jauh lebih kompleks dari sekadar warna, terutama soal keseimbangan kuman di dalamnya. 🦷✨ Creator: Nima #detikHealth #tipskesehatan #KesehatanGigi ♬ suara asli - detikHealth



Simak Video "Video: Kini Ada Panduan Kesehatan Reproduksi Berbasis Braille Loh!"


(nim/up)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork