Istilah kalcer sendiri populer di kalangan Gen Z untuk menggambarkan gaya atau penampilan yang dianggap keren, punya karakter, dan mengikuti tren. Namun, tampil keren di usia matang tentu bukan cuma soal outfit atau cara membawa diri, tetapi juga bagaimana menjaga kesehatan tubuh agar tetap aktif.
Dalam sesi talkshow Erojan The Gentlemen's Order, di Jakarta Pusat, Selasa (13/10), Tora mengatakan bahwa dirinya mengenal dunia nge-gym bahkan sejak zaman acara TV Extravaganza lebih dari satu dekade silam.
Namun, ia mengakui bahwa aktivitas di pusat kebugarannya naik dan turun, sehingga berpengaruh pada berat badannya. Samapi akhirnya ia menyadari bahwa semakin berumur, kegiatan angkat beban dan olahraga merupakan hal penting.
"Olahraga permainan kayak padel, sepakbola itu nggak salah. Cuman, muscle-nya juga harus dijaga. Karena muscle itu yang akan melindungi tulang kalian," kata Tora.
Selain itu, Tora juga menjaga apa-apa saja yang ia konsumsi demi kesehatan tubuh, salah satunya adalah berhenti makan tepung-tepungan.
"Saya berhenti tepung, saya udah nggak makan tepung. Terus saya gula kurangin, karena kakek ada riwayat diabetes. Terus (kurangi) nasi, baru belakangan ini nih karena banyak gulanya katanya ya," katanya.
Untuk menambah nutrisi, Tora juga rutin mengonsumsi suplemen herbal seperti Erojan, yakni suplemen khusus pria dari Wellous Indonesia yang memang mengandung bahan alami dan telah terdaftar di BPOM.
Manfaat Hormon Testosteron untuk Pria
Kombinasi yang tepat, antara olahraga, makanan sehat, tidur cukup, serta bantuan suplemen herbal sangat berdampak pada keseimbangan hormon laki-laki yakni testosteron.
Hormon ini mengatur perkembangan fisik, fungsi seksual, kekuatan tubuh, dan kesehatan mental.
Dokter spesialis olahraga, dr Andhika Raspati, SpKO mengatakan banyak orang-orang di usia 30-an kini sudah mengalami penurunan level kebugaran.
"Biasa kita udah lewat umur 30 tahun, mulailah ada yang namanya penurunan level testosteron. Bicara dari segi massa otot turun, kekuatan otot juga turun, fungsi jantung paru juga turun, metabolisme juga turun," katanya.
Menjaga kebugaran tubuh dengan rajin exercise dan olahraga juga dapat mengurangi risiko pria mengalami andropause, yakni kumpulan gejala akibat penurunan kadar hormon testosteron pada pria seiring bertambahnya usia. Kondisi ini sering disebut sebagai "menopause pria", meskipun prosesnya berbeda dengan menopause pada wanita
Simak Video "Video: Guru di Bojonegoro Lari 4 Km ke Sekolah Demi Hemat BBM"
(dpy/up)