Antisipasi Cuaca dan Lonjakan Peserta, JRF 2026 Perkuat Layanan Medis

Antisipasi Cuaca dan Lonjakan Peserta, JRF 2026 Perkuat Layanan Medis

Aura Zahradiva Penggalih - detikHealth
Jumat, 23 Okt 2026 07:03 WIB
Opening Ceremony JRF 2026
Opening ceremony JRF 2026. Foto: Aura/detikHealth
Jakarta -

Antusiasme masyarakat terhadap ajang lari Jakarta Running Festival (JRF) 2026 mengalami peningkatan signifikan. Jumlah peserta ajang ini melonjak tajam menjadi lebih dari 37 ribu pelari, termasuk 1.200 di antaranya merupakan pelari dari mancanegara.

Angka ini meningkat pesat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang mencatatkan 27 ribu peserta.

Guna mengantisipasi potensi masalah kesehatan para peserta akibat cuaca ekstrem serta penanganan darurat di jalanan, panitia telah menyiapkan sejumlah keperluan medis berupa tim penanganan hingga alat bantu tindakan kesehatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perwakilan Tim Medis JRF 2026, Dr dr Wahyuni Dian Purwati, SpEM mengungkapkan, kesiapan armada medis telah dirancang sejak dari tepi lintasan lari.

"Kami sudah menyiapkan cukup banyak tim lah, mengingat memang sepertinya cuaca Jakarta agak menakutkan ya, kayaknya agak cepat panas, agak cepat terang. Jadi kami sediakan saat ini adalah 11 ambulans," katanya dalam Talkshow Opening Ceremony JRF 2026 di Istora Senayan Jakarta, Kamis (22/10/2026).

"Jadi, kami ada lebih dari 10 dokter dan perawat. Kami akan ready mulai dari tenda medis utama sampai dengan di area lain, misalnya ada di medical pos di sepanjang rute," tambahnya.

Selain mempersiapkan tim medis di titik-titik yang sudah ditentukan, tim medis JRF 2026 juga akan bersiaga secara fleksibel di area sekitar Istora Senayan Jakarta dan rute lari.

Mengerahkan 12 Unit ICU dan Peralatan Canggih

dr Wahyuni menjelaskan, penanganan medis tidak hanya terfokus di tenda utama, melainkan menyebar secara mobile di sepanjang rute yang dilalui para pelari.

Tim medis menyiagakan 12 unit Intensive Care Unit (ICU) yang dilengkapi dengan fasilitas dan teknologi lengkap.

Peralatan yang disiagakan meliputi elektrokardiogram (ECG), Automated External Defibrillator (AED) portable, hingga ventilator untuk mengantisipasi kondisi krisis peserta.

"Kami juga akan sediakan 12 ICU, jadi kalau 12 ICU itu bukan cuman bed-nya aja tuh, jadi kami juga ready untuk peralatan. Kita punya ECG, kita punya AED kita bawa lari non-stop yang canggih gitu ya, ventilator in case, kalau amit-amit gitu ya, runner sampai ada apa-apa," paparnya.

Penanganan Cepat Risiko Heat Stroke di Tepi Jalan

Mengingat tantangan suhu udara dan cuaca Jakarta yang cepat memanas, tim medis mengutamakan pertolongan pertama pada kasus heat stroke langsung di area lintasan balap tanpa perlu menunggu tindakan di rumah sakit.

"Bahkan untuk equipment kalau misalnya sampai ada heat stroke kita tuh enggak manage-nya di rumah sakit enggak, kita akan manage mulai dari race, tepi jalan, kita akan bawa ambulans kemudian kita akan bisa mulai turunkan suhunya bahkan dari tenda medis utama gitu ya," tegas dr Wahyuni.

"Bahkan nanti kalau misalnya masih perlu dirujuk, kita akan rujuk karena rumah sakit kita nih kebetulan ada banget yang dekat, jadi harusnya lebih aman lah," pungkasnya.

Dengan pengerahan belasan jaringan rumah sakit di wilayah Jabodetabek serta penyiapan pos medis darurat di sepanjang rute, panitia berharap puluhan ribu peserta JRF 2026 dapat berlari secara aman dan nyaman hingga garis finish.

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Titan Run 2025 Catatkan Nama di MURI"
[Gambas:Video 20detik] (aur/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads