Antisipasi Cuaca di JRF 2026, Bendera Hitam WBGT Dikibarkan Jika Tak Kondusif

Antisipasi Cuaca di JRF 2026, Bendera Hitam WBGT Dikibarkan Jika Tak Kondusif

Aura Zahradiva Penggalih - detikHealth
Jumat, 23 Okt 2026 09:33 WIB
A blurred group of marathon runners running on a city street.
Ilustrasi marathon. Foto: Getty Images/iStockphoto/DNY59
Jakarta -

Diikuti lebih dari 37 ribu pelari dari 49 negara, Jakarta Running Festival (JRF) 2026 bakal berlangsung berada di bawah ancaman cuaca terik dan polusi udara yang lagi tinggi-tingginya di Jakarta.

Menyikapi risiko keadaan cuaca yang memburuk tersebut, pihak penyelenggara menyiapkan langkah antisipasi demi keselamatan para pelari, termasuk di antaranya opsi pembatasan atau penghentian perlombaan (race).

Race Director JRF 2026, Donny Tjahyandikarta mengungkapkan, panitia mengerahkan sistem pemantauan cuaca berbasis indikator Web Bulb Globe Temperature (WBGT) di sepanjang rute balap.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sistem ini secara real-time mengukur suhu, kelembapan, serta indikator keselamatan udara.

ADVERTISEMENT

Bendera Hitam Jadi Tanda Pembatalan Race

Donny menjelaskan, bendera WBGT akan dipasang di titik-titik lintasan dan di tenda medis agar dapat dipantau langsung oleh para pelari.

Jika indikator cuaca dan kualitas udara memburuk hingga mencapai level paling bahaya yang ditandai dengan bendera hitam, maka perlombaan dipastikan akan segera dihentikan.

"Jadi, kita akan pantau terus dan kita akan ada taruh bendera di race, di beberapa tenda medik. Jadi, nanti pelari akan bisa melihat ketika warnanya sudah mungkin merah, itu mungkin sudah hati-hati," ucap Donny dalam sesi doorstop pembukaan JRF 2026 di Istora Senayan Jakarta, Kamis (22/10/2026).

"Dan memang kalau sampai bendera hitam akan naik, maka kita akan menstopkan race," tegasnya.

Imbauan Agar Pelari Tidak Memaksakan Diri

Di tengah kepungan kondisi cuaca dan kabut asap yang mulai menyelimuti wilayah Jakarta, Donny meminta seluruh pelari untuk menurunkan ego, menjaga ritme lari, dan mengutamakan keselamatan fisik ketimbang mengejar catatan waktu finish.

"Oke, kalau bagi peserta ya, terutama ini cuaca ya, ya pasti dengarkan tubuh kalian, ya. Jangan kejar waktu. Jadi, memang ini kan cuaca lagi kurang baik, ya, jadi jangan terlalu dipaksa," imbuhnya.

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Titan Run 2025 Catatkan Nama di MURI"
[Gambas:Video 20detik] (aur/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads