Saran Race Director Biar Makin 'JosJis' Taklukkan JRF 2026

Saran Race Director Biar Makin 'JosJis' Taklukkan JRF 2026

Aura Zahradiva Penggalih - detikHealth
Sabtu, 24 Okt 2026 13:09 WIB
Side view of professional sportswoman with mask running on treadmill in gym. Female athlete in sports science lab measuring her performance and oxygen consumption.
Persiapan fisik jelang marathon. Foto: Getty Images/jacoblund
Jakarta -

Menjelang hari perlombaan ajang lari Jakarta Running Festival (JRF) 2026, para pelari diimbau untuk mematangkan persiapan fisik maupun teknis.

Langkah ini penting dilakukan agar puluhan ribu pelari dapat menyelesaikan perlombaan dengan aman, nyaman, serta terhindar dari risiko cedera.

Race Director JRF 2026 sekaligus pegiat lari, Donny Tjahyadikarta membagikan sejumlah panduan dan tips krusial bagi para peserta sebelum, saat berlari, hingga fase pemulihan pascamaraton (post-race).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hindari Eksperimen di Hari-H dan Istirahat Cukup

Donny menekankan, seluruh pelari sebaiknya tidak mencoba perlengkapan baru yang belum pernah dilatih sebelumnya saat hari perlombaan tiba.

Eksperimen mendadak seperti memakai sepatu baru atau mengonsumsi energy gel baru berpotensi memicu ketidaknyamanan fisik.

ADVERTISEMENT

"Yang pertama sih yang pasti sebelum race itu kita jangan mencoba sesuatu yang baru di hari H nih, jangan coba sepatu baru atau gel baru. Jadi pakai lah semuanya yang sudah dilatih," ujar Donny saat sesi Talk Show Opening Ceremony JRF 2026 di Istora Senayan Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Selain perlengkapan, kualitas tidur dua hari sebelum perlombaan menjadi kunci utama menjaga kebugaran tubuh.

Donny juga menyarankan para pelari untuk menyiapkan seluruh kelengkapan race kit pada malam sebelum acara agar tidak terburu-buru pada pagi hari.

"Nah terus yang kedua mungkin tidur, nah tidur itu harus cukup ya at least 2 hari sebelumnya tidur udah cukup. Apalagi karena sehari sebelum itu biasanya susah tidur tuh karena excited ya kan," sarannya.

Atur Pace Saat Lari dan Disiplin Pemulihan

Saat berada di lintasan, Donny mengimbau para pelari untuk tidak langsung memacu kecepatan tinggi di awal rute demi mengejar target waktu.

Memulai lari dengan kecepatan yang nyaman dan stabil sangat dianjurkan hingga separuh perjalanan lintasan.

"Kira-kira kondisi oke, mungkin baru pelan-pelan naikin lah pace-nya ya," tuturnya.

Setelah berhasil menyentuh garis finish, proses pemulihan (recovery) juga tidak boleh diabaikan. Pelari disarankan untuk melakukan pendinginan, rehidrasi, hingga mengistirahatkan tubuh dari latihan berat selama beberapa hari.

"Kalau setelah race pastinya jangan langsung berhenti, mungkin bisa jalan dulu, kemudian jangan lupa stretching, kemudian setelah itu langsung rehidrasi dan kemudian langsung makan karbo dan protein juga," ujarnya.

"Dan kemudian juga jangan langsung latihan lagi nih, kita kasih body rest dulu beberapa hari, baru kemudian berlatih kembali," lanjutnya.

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Titan Run 2025 Catatkan Nama di MURI"
[Gambas:Video 20detik] (aur/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads