Butuh Recovery Sehabis Race? Ada Ice Bath hingga Fisioterapi di JRF 2026

Butuh Recovery Sehabis Race? Ada Ice Bath hingga Fisioterapi di JRF 2026

Mhd. Aldrian, S.Gz - detikHealth
Sabtu, 24 Okt 2026 17:02 WIB
Butuh Recovery Sehabis Race? Ada Ice Bath hingga Fisioterapi di JRF 2026
JRF 2026 menyediakan fasilitas recovery zone, ada ice bath hingga fisioterapi. (Foto: Aldrian/detikHealth)
Jakarta -

Jakarta Running Festival (JRF) 2026 menyediakan fasilitas recovery zone bagi pelari yang telah menyelesaikan race. Area pemulihan ini menyediakan sejumlah fasilitas, mulai dari ice bath hingga physiotherapy treatment, yang bisa dimanfaatkan peserta setelah race.

Keramaian terlihat di area recovery zone yang menjadi salah satu daya tarik bagi pelari yang ingin memulihkan kondisi tubuh setelah menempuh jarak lari yang cukup jauh. Salah satu peserta Half Marathon (HM), Yovi, mengaku telah mencoba fasilitas ice bath setelah menyelesaikan lari HM. Awalnya, ia hanya merendam kaki. Namun, karena merasa belum cukup, ia akhirnya memutuskan untuk merendam seluruh tubuh.

"Tadi awalnya nyobain cuma kaki aja, tapi kayaknya kurang. Jadi akhirnya saya nyemplung satu badan," kata Yovi saat ditemui detikcom di JRF 2026, Sabtu (24/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia merasakan tubuhnya lebih segar setelah mencoba fasilitas tersebut. Yovi bahkan memperkirakan kondisi tubuhnya terasa pulih hingga sekitar 90 persen mendekati kondisi sebelum race.

Selain ice bath, Yovi juga berencana mencoba physiotherapy treatment yang tersedia di recovery zone.

ADVERTISEMENT

Ice Bath Bantu Pemulihan Otot Setelah Lari

Ice bath merupakan metode pemulihan dengan merendam tubuh dalam air dingin. Metode ini kerap digunakan atlet setelah menjalani latihan intensif maupun kompetisi, termasuk lari jarak jauh.

Saat berlari, otot kaki bekerja intens kali untuk menopang berat badan dan menghasilkan gerakan. Beban tersebut dapat menimbulkan kelelahan serta nyeri otot setelah race, terutama ketika pelari menempuh jarak yang cukup panjang.

Perendaman air dingin dapat membantu mengurangi nyeri otot setelah olahraga dan membuat tubuh terasa lebih segar. Metode ini berpotensi mengurangi nyeri otot yang muncul setelah latihan serta meningkatkan persepsi pemulihan.

Meski demikian, respons setiap pelari dapat berbeda. Ice bath juga tidak secara otomatis mempercepat seluruh proses perbaikan jaringan otot yang kelelahan selama berlari.

Paparan suhu dingin turut memengaruhi respons pembuluh darah. Ketika tubuh terpapar dingin, pembuluh darah di kulit dan jaringan perifer mengalami penyempitan (vasokostriksi) untuk membantu mempertahankan suhu inti tubuh. Jadi pembuluh darah di dalam tubuh mengalami pelebaran (vasodilatasi) sehingga distribusi nutrisi dan oksigen menjadi lebih banyak dan lancar.

Dari sisi psikologis, sensasi dingin juga dapat memberikan pengalaman menyegarkan dan memperbaiki suasana hati. Meski begitu, bukti mengenai manfaat ice bath untuk memperbaiki suasana hati dan menurunkan tingkat stres masih berkembang.

Physiotherapy Treatment Sediakan Recovery Pump hingga Konsultasi

Selain ice bath, pelari juga bisa memanfaatkan fasilitas physiotherapy treatment di recovery zone JRF 2026. Fasilitas ini menyediakan recovery pump, stretching, hingga sesi konsultasi yang disesuaikan dengan keluhan peserta setelah berlari.

"Kita ada recovery pump, ada stretching, sama sesi konsultasi. Sesuai dengan keluhannya aja," ujar penjaga fasilitas Physiotherapy Treatment.

Recovery pump merupakan alat yang menggunakan tekanan udara untuk memberikan kompresi pada bagian tubuh tertentu, umumnya kaki. Metode ini dapat membantu mengurangi peradangan dan memberikan sensasi nyaman pada kaki yang terasa lelah setelah berlari.

Sementara itu, stretching atau peregangan dapat membantu menjaga fleksibilitas otot dan rentang gerak sendi. Pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh, terutama jika pelari mengalami nyeri atau cedera.

Peserta juga dapat memanfaatkan sesi konsultasi untuk menyampaikan keluhan yang dirasakan setelah race. Dengan begitu, pendekatan pemulihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelari.

Kehadiran fasilitas ini melengkapi pilihan pemulihan bagi peserta JRF 2026 setelah melewati garis finis. Meski demikian, pemulihan tetap perlu didukung dengan istirahat cukup, asupan makanan bergizi, serta penggantian cairan dan elektrolit yang hilang melalui keringat.

Halaman 2 dari 2
(mal/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads