Salah satu peserta kategori 10K, Kaira, mengaku memilih MRT untuk menuju lokasi JRF 2026. Ia menilai MRT menjadi pilihan transportasi yang praktis.
"Alasannya itu karena transportasi yang paling nyaman, paling cepat, terus bebas macet," kata Kaira saat ditemui di Stasiun MRT Istora Mandiri JRF 2026, Minggu (25/10/2026).
Sementara itu, petugas MRT Jakarta, Leni, mengatakan suasana penumpang pada hari penyelenggaraan JRF berbeda dibandingkan hari biasa.
Menurutnya, pada hari kerja, penumpang MRT didominasi masyarakat yang beraktivitas di kawasan perkantoran, termasuk SCBD. Namun, selama JRF 2026, banyak penumpang yang merupakan pelari.
"Kalau di hari biasa kita kebanyakan orang-orang kantor, gitu kan, dari SCBD. Tapi untuk hari ini, untuk JRF, kebanyakannya para pelari," ujar Leni.
Lebih dari 2.000 Peserta JRF Disebut Naik MRT
Leni menyebut lebih dari 2.000 peserta JRF menggunakan MRT pada pagi hari penyelenggaraan acara. Menurut pengamatannya, penumpang yang hendak menuju JRF masih ramai sejak layanan dini hari dibuka.
"Untuk penumpang JRF yang naik MRT lebih dari 2.000 ya," tuturnya.
Ia juga menyebut periode paling ramai terjadi sekitar pukul 03.45 hingga 04.30 WIB. Antusiasme pelari sudah terlihat sejak MRT mulai beroperasi pukul 03.00 WIB.
Layanan MRT yang dimulai lebih awal selama JRF menjadi salah satu pilihan bagi peserta yang perlu menuju lokasi sejak pagi. Meski demikian, peserta tetap perlu menyesuaikan waktu keberangkatan dengan jadwal lomba dan akses menuju titik start masing-masing.
Bagi pelari yang hendak menggunakan MRT pada ajang serupa, mengecek jadwal operasional dan akses menuju lokasi sebelum berangkat dapat membantu perjalanan menjadi lebih terencana.
Simak Video "Titan Run 2025 Catatkan Nama di MURI"
(amf/up)