Cerita Tim Medis Tangani Pelari JRF 2026, Paling Banyak Kram Betis hingga Hamstring

Cerita Tim Medis Tangani Pelari JRF 2026, Paling Banyak Kram Betis hingga Hamstring

detikHealth
Senin, 26 Okt 2026 05:08 WIB
Adelia Magda Firdausi, S.P.
Ditulis oleh:
Adelia Magda Firdausi, S.P.
Sarjana Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Universitas Gadjah Mada yang memiliki ketertarikan di bidang pangan, kesehatan, dan lingkungan. Saat ini mengikuti program Maganghub sebagai Health Reporter
tim medis JRF 2026
Tim medis standby menunggu para pelari melintas. Foto: Adelia Magda Firdausi/detikhealth
Jakarta -

Sejumlah pelari membutuhkan bantuan petugas medis saat mengikuti Jakarta Running Festival (JRF) 2026. Salah seorang petugas medis, Fiqih, yang bertugas berkeliling rute mengatakan keluhan yang sering ditemuinya adalah kram pada betis dan hamstring.

Fiqih bertugas di unit mobile medic sport 1 pada Minggu (25/10/2026). Selama berkeliling rute, ia beberapa kali menemui pelari yang meminta bantuan karena mengalami keluhan pada bagian kaki.

"Yang pasti selama saya dalam perjalanan keliling rute itu, banyaknya ya kena di bagian gastroc-nya itu, kram. Gastroc (gastrocnemius) itu bagian betis, sama di hamstring, paling banyak itu di situ," ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Menurutnya, keluhan pada betis dan hamstring menjadi hal yang kerap ditemui ketika pelari meminta pertolongan kepada petugas medis di sepanjang rute.

Ia menjelaskan bahwa penanganan dapat dilakukan langsung di lokasi apabila kondisi pelari memungkinkan. Petugas medis akan memberikan bantuan sesuai kondisi yang ditemui saat itu.

"Kalau kondisinya bisa, kita tangani langsung di tempat. Kita kasih stretching, kita kasih spray," tuturnya.

Ia mengatakan pelari yang kondisinya memungkinkan dapat melanjutkan lomba setelah mendapatkan penanganan. Namun, apabila kondisi pelari dinilai lebih serius, petugas akan menyarankan mereka untuk beristirahat terlebih dahulu.

"Kalau emang yang udah parah banget, ya pasti kita saranin buat istirahat dulu," lanjutnya.

Selain keluhan kram, petugas tersebut juga menceritakan adanya pelari yang hampir kehilangan kesadaran saat perlombaan berlangsung. Menurutnya, kondisi cuaca yang terasa panas mungkin turut berpengaruh terhadap kejadian tersebut.

"Ada, tadi sempat ada yang sedikit hampir hilang kesadaran," ujarnya.

Ia juga menduga kondisi fisik dan persiapan sebelum lomba mungkin menjadi faktor lain. Namun, ia tidak memastikan penyebab pelari tersebut hampir kehilangan kesadaran.

"Ditambah mungkin dia kurang persiapan, entah malamnya begadang," katanya.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari tugas petugas medis yang berkeliling rute selama JRF 2026, membantu peserta yang membutuhkan pertolongan selama mengikuti lomba.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Demam Hyrox Melanda, tapi Jangan Remehkan Risiko Saraf Kejepit"
[Gambas:Video 20detik] (amf/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads