Konsultasi Gigi: Solusi Bagi Gigi yang Tidak Rapi

100 Konsultasi Terpopuler 2014

Konsultasi Gigi: Solusi Bagi Gigi yang Tidak Rapi

- detikHealth
Senin, 29 Des 2014 09:44 WIB
Konsultasi Gigi: Solusi Bagi Gigi yang Tidak Rapi
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Rasa percaya diri seseorang bisa merosot akibat susunan gigi yang tidak rapi. Susunan gigi menjadi tidak rapi karena tumpang-tindih atau saling berjejalan. Nah, bagaimana sebaiknya mengatasi masalah ini?

Pertanyaan seputar cara merapikan susunan gigi yang berantakan menjadi salah satu pertanyaan terpopuler di Konsultasi Gigi detikHealth sepanjang 2014. Pertanyaan tersebut salah satunya berasal dari Zudi (22). "Dok, gigi saya susunannya tidak rapi, benar berantakan, saling tumpang tindih. Sebagian juga sudah berlubang. Hal semacam itu apakah masih bisa diatasi? Kalau saya ingin gigi saya rapi, bisa atau tidak? Kalau tidak bisa, mungkinkah harus dicabut dan pakai gigi palsu? Kalau gigi palsu yang baik itu yang bagaimana Dok?"

Menurut Prof dr Lindawati S. Kusdhany, drg., Sp.Pros(K), pengasuh Konsultasi Gigi detikHealth, kondisi gigi yang tidak rapi dapat dikoreksi atau dirapikan dengan cara memakai kawat gigi. Maka, untuk memperbaiki susunan gigi yang berantakan disarankan untuk pergi ke dokter spesialis gigi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hanya kasus simpel dan sederhana yang dapat dirawat dengan kawat lepasan. Dokter gigi atau dokter gigi spesialis meratakan gigi (ortodonsia) yang akan menentukan jenis perawatan yang apa paling sesuai dengan kondisi gigi dan rahang Anda," ucap dr Lindawati Guru besar tetap FKG UI, staf pengajar Departemen Prostodonsia FKG UI.

Ia menambahkan baik kawat permanen dan kawat lepasan, keduanya dapat digunakan untuk meratakan gigi, hanya indikasinya saja yang berbeda. Namun, kawat lepasan juga memiliki kelemahan, yaitu keberhasilannya sangat tergantung pada kepatuhan pasien yang memakai alat tersebut.

Terkait dengan warna bracket dan batasan usia seseorang melakukan perataan gigi, dr Lindawati berpendapat bahwa tindakan meratakan gigi tidak memiliki batasan usia. Namun, dokter gigi atau dokter gigi spesialis meratakan gigi (orthodontist) yang akan menentukan waktu yang tepat bagi seseorang untuk melakukan perawatan gigi.

"Kawat gigi mempunyai komponen yang direkatkan ke permukaan gigi yang disebut bracket. Bracket metal akan terlihat ketika pasien tersenyum, tetapi adapula bracket sewarna gigi yang tidak terlalu terlihat dari luar," ucap dr Lindawati, anggota Kolegium Prostodonsia Indonesia, dan anggota Center for Ageing Studies UI.

Berdasarkan hal tersebut, seseorang yang tidak ingin terlalu terlihat kawat giginya tidak perlu khawatir saat memakai kawat gigi karena ada bracket yang sewarna dengan gigi. dr Lindawati menambahkan jika dokter menemukan kondisi gigi seseorang ada yang berlubang, maka akan dilakukan penambalan terlebih dahulu sebelum dilalukan perataan.

(vit/vit)

Berita Terkait