Kulit dan Kelamin: Luka di Sekitar Mr P

100 Konsultasi Terpopuler 2014

Kulit dan Kelamin: Luka di Sekitar Mr P

- detikHealth
Jumat, 09 Jan 2015 10:15 WIB
Kulit dan Kelamin: Luka di Sekitar Mr P
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Luka di kulit tubuh saja biasanya terasa perih, apalagi jika luka ini muncul di sekitar alat kelamin yang terkadang tergesek pakaian dalam. Umumnya keluhan di sekitar alat kelamin memang menimbulkan kekhawatiran. Tak heran pertanyaan seputar luka di area genital menjadi salah satu pertanyaan terpopuler di Konsultasi Kulit dan Kelamin 2014.

Putra, pria menikah berusia 26 tahun, adalah salah satu pembaca yang menanyakan masalah ini. "Saya mengalami luka, atau nyeri setelah dilihat ternyata ada sedikit luka kecil di bagian kepala penis/sela-sela saluran buang. Sampai sekarang luka itu masih ada, tidak sembuh tidak juga membesar. Saya sangat risih dengan hal tersebut."

dr Eddy Karta, SpKK pengasuh Konsultasi Kulit dan Kelamin detikHealth menjelaskan umumnya luka pada batang kemaluan akan menyembuh jika tidak ada infeksi pemberat. Namun jika kulit tidak kembali rata dan lebih sensitif dr Eddy menyarankan agar segera diperiksakan ke dokter karena ada kemungkinan infeksi virus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Luka pada pangkal kelamin bisa disebabkan oleh beberapa sebab. Mulai dari yang bukan penyakit menular seksual misalnya trauma dan infeksi bakteri atau penyakit kelamin. Penyakit kelamin yang bisa menyebabkan luka lecet ada beberapa misalnya herpes, sifilis (luka tak nyeri) dan luka multipel yang nyeri (ulkus mole).

Untuk mengetahui jenis luka yang mana sebaiknya diperiksakan. Pengaman diperlukan untuk melindungi diri dari penyakit menular seksual yang disebabkan oleh kontak kulit dan cairan. Namun tentu tidak bisa melindungi secara sempurna pada penyakit kelamin yang disebabkan kontak kulit pada area yang tidak tertutup oleh pengaman tersebut.

Nah, untuk menghindari iritasi di sekitar penis, maka dapat menggunakan sabun antiseptik, memakai air hangat, serta penggunaan pelembab yang baik.

"Penggunaan pelembab, misalnya minyak bayi (baby oil) dapat digunakan untuk sementara," ucap dr Eddy.

(vit/vit)

Berita Terkait