Mereka yang memiliki diabetes kerap kali takut saat akan makan. Dikhawatirkan asupan mereka bisa memicu naiknya kadar gula darah. Alhasil makanan yang dimakan pun itu-itu saja. Nah, bagaimana sih asupan tepat bagi pasien diabetes?
Pertanyaan mengenai bagaimana mengatur pola makan bagi pasien diabetes menjadi salah satu pertanyaan terpopuler di Konsultasi Gizi sepanjang 2014. Salah satunya pertanyaan dari Iman (24). "Mbak, ayah saya pengidap diabetes. Gimana ya mengatur pola makannya supaya nggak jenuh tetapi gula darahnya tetap stabil. Soalnya, ayah saya bosan makan kentang, nasi merah, dan makanan pantangan lainnya. Intinya gimana ya biar makan tetap enak tetapi gula darah bisa stabil?"
Menurut pengasuh Konsultasi Gizi detikHealth, Leona Victoria Djajadi MND, sebenarnya pasien diabetes dapat makan dengan menu yang bervariasi dan tidak membosankan. Untuk hal ini, pasien harus mendapat bimbingan dari orang yang tepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Victoria, penyandang diabetes juga dapat mengonsumsi hampir apapun yang diinginkan. Bahkan, jika penderita diabetes itu ingin memakan es krim dalam sebuah pesta.
"Kunci dari diet diabetes adalah mengetahui seberapa banyak porsi atau takaran yang dibutuhkan setiap satu kali makan dan seberapa sering beliau harus makan. Lalu pilihan makanan sebaiknya diusahakan yang low-medium GI (glycaemic index), contohnya nasi Basmati atu nasi merah, tales, jagung dan ubi oranye. Justru kentang termasuk yang high GI dan sebaiknya dikurangi atau tidak dimakan sering-sering," tutur Victoria.
Ia merekomendasikan frekuensi makan untuk penderita diabetes ialah 3 kali makan besar per hari dan 3 kali snack sehari. Kandungan protein dan karbohidratnya harus ada yang dapat bertujuan untuk menstabilkan gula darah dengan asupan karbohidrat yang rata.
"Justru dengan mengurang-ngurangi tidak makan karbohidrat pada malam hari akan membuat gula darah puasa pagi hari lebih tinggi daripada jika makan malam dan punya snack lagi sebelum tidur. Hal ini yang biasanya tidak diketahui penderita diabetes. Banyak klien saya yang terjerumus di sini," kata Victoria.
Jika tidak mau menderita diabetes di kemudian hari, kebiasaan merokok dan atau meminum alkohol, mengalami obesitas atau overweight, dan kebiasaan tidak berolahraga harus dicegah. Apalagi jika memiliki riwayat keluarga yang menderita diabetes dari orang tua. Ingat, pola hidup yang tidak sehat mampu memicu diabetes suatu hari jika dilakukan secara bertahun-tahun.
(vit/up)











































