Dokter, saya pernah baca artikel yang menyebutkan wanita di masa depan lebih gemuk, pendek dan sehat, apa itu benar? Apakah faktor genetik bisa berevolusi dan adakah kemungkinan evolusi gen manusia di masa yang akan datang? Seperti apa bentuk manusia di masa depan kelak?
Rika Monika (Perempuan Lajang, 37 Tahun), puka_gimli_cholat@yahoo.com
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Molecular evolution terjadi melalui mutasi pada DNA. Diantara penyebab terjadinya mutasi (yang jelas terbukti secara ilmiah) adalah error pada replikasi DNA (perkembang-biakan DNA pada tingkat molekuler), paparan radiasi, zat-zat kimia, infeksi virus dan lain-lain.
Namun demikian, untuk menghubungkannya secara langsung dengan evolusi pada tingkat kewujudan manusia sangatlah sulit. Sebab sampai sekarang pun banyak dari kewujudan manusia masih menyimpan misteri dalam hal keterkaitannya dengan faktor genetik.
Contohnya adalah struktur wajah. Kebanyakan orang dikatakan memiliki wajah yang merupakan gabungan dari wajah orang tuanya atau lebih mirip kepada salah satu dari orang tuanya. Walaupun jelas bahwa seluruh faktor genetik dari orang tersebut adalah gabungan dari separuh faktor genetik ayah dan separuh faktor genetik ibu, namun bagaimana faktor-faktor genetik itu bekerja sehingga menghasilkan wajah yang seperti itu masihlah merupakan misteri.
Banyak dari gambaran-gambaran evolusi mengenai kewujudan manusia masa depan menyandarkan teorinya pada faktor lingkungan. Bahwa evolusi manusia, diantaranya bentuknya (disamping perilakunya, kecerdasannya, ideologinya, dan lain-lain) akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana situasi lingkungan di masa depan dan responnya terhadap situasi lingkungan tersebut.
Misalnya, unsur-unsur polutan udara, suhu, kelembapan, gravitasi, dan lain-lain. Kembali pada teori diatas, lantas dapatkah faktor-faktor lingkungan yang baru saja disebutkan ini menimbulkan mutasi yang diturunkan dan stabil dari generasi ke generasi? Sayangnya, ini juga misteri.
Jadi, jawaban atas pertanyaan mengenai bentuk manusia masa depan masih merupakan spekulasi.
dr. Teguh Haryo Sasongko, PhD
Ahli Genetika Molekuler, (peneliti dan pengajar) di Human Genome Center, School of Medical Sciences, Universiti Sains Malaysia, 16150 Kubang Kerian, Kota Bharu Kelantan, Malaysia.
(ir/ir)










































