Dok, saya berdomisili di Pontianak, Kalimantan Barat. Saya mempunyai dua orang putra, berumur 12 tahun dan 11 bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 25 Oktober 2009 anak kedua saya yang berumur 11 bulan terserang DBD dan harus rawat inap selama 6 hari. Antibiotik yang diberikan adalah taxegram.
Dua minggu kemudian tanggal 13 November suhu tubuh anak saya kembali tinggi yaitu 40 derajat celcius dan sempat mengalami kejang sesaat. Saya segera bawa ke RS, setelah di tes darah ternyata anak saya kelebihan darah putih yaitu 20 ribu. Anak saya menjalani perawatan empat hari dan antibiotik yang diberikan berupa ronem, hingga kadar darah putihnya kembali normal.
Dokter mendiagnosis anak saya terkena sepsis dan dirawat inap kembali selama tiga hari dengan antibiotik terfacef. Dokter menyarankan untuk kultur darah tapi belum saya lakukan.
Pertanyaan saya:
1. Apakah DBD dapat menyebabkan Sepsis?
2. Apakah anak saya benar terkena sepsis dan apa yang dilakukan supaya tidak berulang?
3. Apakah Sepsis dapat disembuhkan dengan satu kali perawatan?
4. Apa penyebabnya sel darah putih pada anak saya naik berulang kali?
Agus Suyanto (Pria Menikah, 42 Tahun), suyanto_ags@yahoo.com
Tinggi Badan 165 cm dan Berat Badan 72 kg
Jawaban
Saya turut prihatin bahwa anak Bapak sampai dirawat sebanyak 3 kali. Dari cerita Bapak, kemungkinan penyakitnya berbeda. Saat pertama anak dengan demam berdarah (DBD). DBD penyebabnya virus degue, yang menyerang manusia dengan perantara nyamuk.
Tanda-tanda dari demam berdarah adalah, panas tinggi terus menerus, kemudian disertai penurunan jumlah trombosit dan tanda-tanda perdarahan mulai dari bintik-bintik perdarahan sampai perdarahan spontan (seperti mimisan atau muntah darah). Pada pemeriksaan leukosit biasanya rendah di bawah 5000 sesuai dengan virus. Biasanya dalam 1 minggu sudah sembuh total.
Kalau pertanyaaan Bapak, apakah ada hubungan DBD dengan sepsis. Harus diketahui sepsis merupakah infeksi kuman yang dibuktikan dengan pemeriksaan kultur dara. Jadi secara langsung DBD tidak menyebabkan sepsis. Dapat saja dalam perawatan terdapat infeksi yang lain, sehingga memperparah sakit anak yang menyebabkan timbulnya sepsis (baca 'Sepsis Anak dan Penanganannya')
Tanda infeksi bakteri adalah meningkatnya jumlah leukosit, seperti dialami oleh anak Bapak pada rawat ke-2 dan ke-3. Tetapi saya tidak dapat menjawab apakah anak Bapak sudah mengalami sepsis atau tidak, karena tidak terdapat data yang kuat.
Tetapi memang sebaiknya setiap penyakit tuntas sembuh, namun harus diingat banyak faktor yang memperberat penyakit. Kadang pula Antibiotik yang diberikan resisten (kebal), sehingga perlu pemeriksaan kultur darah. Saran saya kontrol saja teratur.
Dr Aditya Suryansyah SpA
RSAB Harapan Kita , Jln Let Jen.S Parman Kav 87, Slipi, Jakarta Barat, Telp 5668284
RSIA Buah Hati, Jln Aria Putra 399, Sarua Indah, Ciputat, Telp 7463856.
Apakah DBD Pada Anak Menyebabkan Sepsis?
Kamis, 01 Jul 2010 10:03 WIB
Jakarta -











































