Saat Lajang Sperma Banyak Kok Setelah Nikah Jadi Sedikit

Saat Lajang Sperma Banyak Kok Setelah Nikah Jadi Sedikit

detikHealth
Senin, 07 Feb 2011 15:32 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Saat Lajang Sperma Banyak Kok Setelah Nikah Jadi Sedikit
Jakarta -

Dok, kenapa sperma saya cuma sedikit? Sampai saat ini saya belum punya anak. Sebelum menikah saya sudah melakukan hubungan seks (usia 19 tahun). Waktu itu sperma saya keluarnya banyak. Saya mau tanya apa ada obatnya supaya sperma banyak? Terimakasih Dok.

Budi (Pria Menikah, 42 Tahun), abud-XXX@ymail.com
Tinggi Badan 160 Cm dan Berat Badan 65 Kg


Jawaban


Secara relatif produksi sperma menurun dengan bertambahnya usia. Dapat dimaklumi produksi sperma Anda pada usia 19 tahun relatif lebih banyak dibandingkan dengan produksi sperma Anda pada usia saat ini, 42 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juga setelah ejakulasi, penis memasuki masa 'Refrakter'(Relaksasi) dimana penis mengendur-layu. Waktu yang dibutuhkan untuk kembali 'ON' amat bergantung pada usia dan kebugaran fisik. Pada usia muda dengan kebugaran fisik prima, sekitar 1-2 jam penis sudah tegak perkasa lagi. Pada usia paruh baya dengan kebugaran fisik rata-rata (moderate), mungkin baru keesokan harinya atau 7 hari kemudian penis bisa 'siap tempur' disertai oleh produksi sperma yang optimal.

Infertilitas (ketidak-suburan) tidak hanya ditentukan oleh jumlah cairan sperma. Yang teramat penting adalah jumlah spermatozoa (sel jantan) yang harus sekitar 20-80 juta, bentuk & motilitas spermatozoa agar bisa membuahi sel telur wanita yang memberi kehamilan.

Untuk memperbaiki kuantitas dan kualitas sperma diperlukan kebugaran fisik disertai asupan makanan yang mengandung Vitamin A, C, E, B6, B12, L-Arginine, Royal Jelly, Selenium, Asam Folat & Zinc.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

(ir/ir)

Berita Terkait