Dok, saat ini saya sedang berjauhan dengan istri dalam waktu lama 1 tahun karena alasan tugas, dan sering muncul hasrat biologis yang kadang membuat tidak nyaman beraktivitas. Kalau tidak salah, banyak artikel kesehatan yang beredar mengatakan bahwa masturbasi teratur itu baik. Namun karena alasan keyakinan Agama yang saya yakini, melakukan hal tersebut rasanya terlarang.
Pertanyaan saya:
1. Apakah ada efek samping dengan menahan hasrat biologis tersebut dengan tidak melakukan masturbasi?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Geri DH (Pria Menikah, 34 Tahun), hrmXXX@gmail.com
Tinggi Badan 165 Cm dan Berat Badan 78 Kg
Jawaban
Dapat dipahami Anda mengalami situasi yang amat dilematis. Dari sudut kesehatan, masturbasi tidak menjadi masalah. Jelasnya, tidak berbahaya untuk kesehatan fisik, bila dilakukan dengan memperhatikan aspek kebersihan serta tidak mengganggu kegiatan rutin Anda sehari-hari.
Dengan menghormati keyakinan Agama Anda, masturbasi ditabukan, dilarang.
Maka dari aspek etika-umum, dapat dikemukakan bahwa masturbasi jauh lebih etis katimbang pria melakukan hubungan ekstra-marital dengan wanita yang bukan isterinya.
Untuk Anda sebaiknya memboyong isteri Anda secara periodik ke tempat Anda bertugas atau Anda yang pulang ke rumah pada waktu-waktu tertentu.
Hasrat biologis yang tertahan akan memberi efek fisik, berupa tidak terjadi pelepasan hormon endorphin dalam darah ketika orgasme. Hormon ini bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh. Efek psikologis, berupa tidak terjadi relaksasi karena terjadi resistensi hasrat seksual.
Untuk mengendalikan hasrat tersebut, dapat disalurkan melalui kegiatan olahraga atau kegiatan spiritual, antara lain Retreat, berzikir, yoga, meditasi.
Manfaat hubungan seksual untuk kesehatan dapat dilihat pada: andriwanananda.blogdetik.com
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.
(ir/up)










































