Gadis Remaja yang Bingung dengan Orientasi Seksualnya

Gadis Remaja yang Bingung dengan Orientasi Seksualnya

detikHealth
Senin, 18 Jun 2012 15:24 WIB
Ditulis oleh:
Gadis Remaja yang Bingung dengan Orientasi Seksualnya
(Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Saya merasakan ada kejanggalan yang ada pada diri saya. Saya merasa biasa-biasa saja ketika berdekatan dengan cowok, tapi ketika berbicara dengan sesama cewek tomboy saya merasa grogi.

Saya khawatir adanya kelainan perihal prilaku saya ini. Mohon dijelaskan apakah hal ini masih normal? Dan bagaimana caranya agar saya bisa menjadi orang yang normal?

Yesi (Perempuan Lajang, 18 Tahun), yeziXXXX@yahoo.co.id
Tinggi Badan 158 Cm dan Berat Badan 60 Kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Buat Yesi, usia 18 tahun adalah memang dimana Anda mulai meluaskan wawasan dan melihat rasa-rasa ketertarikan Anda pada sekeliling, mungkin laki atau perempuan.

Kalau saya pikir sebaiknya Anda jangan memberikan label apa-apa dulu pada diri Anda. Anda bisa saja bisa lebih grogi pada cewek tomboi, mungkin ada rasa naksir tapi itu hanya bisa ditentukan oleh orientasi seksual Anda jika Anda memang punya keterangsangan secara seksual. Misalnya, membayangkan ciuman, apakah Anda pernah bersentuhan yang bisa lebih menentukan Anda itu adalah memiliki orietasi seksual homoseksual atau pun heteroseksual.

Namun apapun itu, saya sarankan untuk tetap menerima diri Anda apa adanya, lebih terbuka pada apa yang Anda rasakan sebelum Anda terlalu sibuk memberi penghakiman atau adjudgement pada diri Anda sendiri.

Nikmati saja dulu masa remaja Anda, kalau memang Anda jatuh cinta pada sesama jenis atau pun pada lawan jenis biarkan itu mengalir dulu yang penting pertanyaannya selalu balik lagi ke hati apakah Anda bahagia dan menikmati apa yang Anda bisa nikmati di hidup Anda.

Zoya Amirin, M.Psi
Psikolog seksual bersertifikasi yang memiliki pendidikan seksual yang berlatar belakang psikologi. Ketua dalam Komunitas Studi mengenai Perilaku Seksual, anggota dari Asosiasi Seksologi Indonesia.

Pengajar mata kuliah Kesehatan Reproduksi, Ilmu Hubungan antar manusia, Public Relation, Ilmu Komunikasi Dasar di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads