Saya bekerja di tempat perempuan yang masih ada hubungan keluarga jauh, dia berumur 36 tahun, janda. Di rumah hanya ada saya dan dia, setelah beberapa waktu lalu pembantunya pulang, sehingga saya melakukan semua pekerjaan rumah, yang sebenarnya berat bagi saya.
Saya kadang ingin meninggalkan itu semua tapi banyak berhutang budi dengannya. Sejak dari SMP saya tinggal ditempatnya dan disekolahkan. Sejak saya SMP saya mulai tinggal di tempatnya, waktu itu dia masih awal menikah dengan mantan suaminya, saya SMP kelas 3 dia bercerai dan mempunyai anak satu tahun.
Kemudian waktu saya SMA dibiayainya sampai lulus, dan sampai sekarang selalu tinggal di rumahnya, ketika di rumahnya saya terbiasa membantunya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Kadang timbul perasaan sayang kepadanya karena mungkin akibat terbiasa dari kecil (SMP) saya telah terbiasa dengannya.
2. Kadang muncul ketertarikan seks saya terhadapnya, misalnya ketika mencuci pakaian dalamnya, melihatnya habis mandi dan hanya pakai handuk, senam dan lain-lain.
Menurut saya dia menganggap saya masih kecil dan belum memiliki ketertarikan seks, padahal saya sudah dewasa. Karena menganggap saya masih kecil dia sering bercerita atau terbuka terhadap saya, misalnya saya sering di suruh mengolesi lotion ke kakinya (dia karyawan bank), disuruh memijatinya, bercerita bahwa bra-nya terlalu kencang sehingga talinya membekas dikulit, dan lain-lain.
3. Bagaimana saya menghadapi hal tersebut diatas?
Yu (Pria Lajang, 22 Tahun), huXXXXXXX@yahoo.com
Tinggi Badan 172 Cm dan Berat Badan 55 Kg
Jawaban
Saudara Yu, agar Anda tidak terus-terusan dilema, Anda sebaiknya berbicara baik-baik dengannya. Katakan terus terang bahwa setiap diminta mencuci pakaian dalam atau ketika melihat dia memakai handuk saja, Anda merasa jengah karena Anda menghargai dia sebagai orang yang banyak menolong sehingga Anda merasa berhutang budi kepadanya.
Katakan juga bahwa Anda ternyata sekarang menyadari adanya ketertarikan secara seksual ketika diminta diminta menggosok kakinya dan sebagainya. Karena Anda tidak mengungkapkannya, perempuan itu tidak akan pernah tahu apa yang Anda rasakan. Jika dia bisa menerima, mungkin dia akan membuat hidup Anda jadi lebih mudah.
Dengan usia semuda Anda dan gairah seks yang normal, akan lebih mudah terangsang jika melihat hal seperti itu. Pada dasarnya orang tidak akan berubah jika ia tidak tahu harus berubah seperti apa. Saya pikir dengan cara dia meminta Anda melakukan apa yang Anda sebutkan tadi, dia masih menganggap Anda anak-anak.
Zoya Amirin, M.Psi
Psikolog seksual bersertifikasi dengan pendidikan seksual berlatar belakang psikologi. Ketua dalam Komunitas Studi mengenai Perilaku Seksual dan juga merupakan anggota dari Asosiasi Seksologi Indonesia.
Pengajar mata kuliah Kesehatan Reproduksi, Ilmu Hubungan antar manusia, Public Relation, Ilmu Komunikasi Dasar di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.
(/)











































