Takut Meninggal Karena Jantung Berdebar Usai Kecelakaan

Takut Meninggal Karena Jantung Berdebar Usai Kecelakaan

detikHealth
Rabu, 16 Jan 2013 15:15 WIB
Ditulis oleh:
Takut Meninggal Karena Jantung Berdebar Usai Kecelakaan
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta -

Assalammualaikum wr. wb. dokter. Saya mau konsultasi mengenai keadaan saya. Pertama-tama saya mau menceritakan awal mula yang mungkin berhubungan dengan apa yang terjadi sama diri saya sekarang. Kira-kira 2 bulan yang lalu saya mengalami kecelakaan motor yang sampai sekarang saya tidak bisa mengingat kejadian. Pada saat kecelakaan motor itu saya tidak mengenakan helm sehingga kepala saya benjol. Setelah di USG kata dokter tidak apa-apa hanya benjolan.

Oh iya pada saat kejadian saya membawa tas laptop dengan posisi di depan dan monitor laptop saya pecah karenanya tapi saat itu saya tidak merasakan sakit di dada. Dua minggu setelah kejadian tersebut pada malam hari tiba-tiba saya susah bernafas, jantung saya berdegup kencang, dan badan saya dingin. Saat itu saya kira saya sudah mau meninggal karena susah sekali untung bernafas, jantung seperti ditarik-tarik.

Alhamdulillah ternyata saya masih hidup dan sekarang semenjak kejadian susah bernafas itu saya selalu ketakutan akan kematian dan saya selalu merasa jantung saya tertekan dada tertekan dan selalu deg-degan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenapa saya begini dok? Apa ada hubungannya dengan semua itu? Saya konsultasi dengan teman saya yang masih koas katanya disuruh konsultasi ke dokter bedah? Apa penyakit saya dok? Apa karena trauma? Saya sudah rontgen paru-paru dan jantung katanya sehat-sehat saja.

Cutmina (Perempuan Lajang 23 Tahun)
iyezz_XXX@yahoo.com
Tinggi 169 cm dan Berat 65 kg

Jawaban:

Sebelumnya, Anda mengatakan sudah cek ke dokter spesialis jantung dan paru-paru. Mereka mengatakan bahwa jantung Anda sehat. Tidak perlu khwatir dengan kondisi jantung Anda, jantung Anda baik-baik saja. Jika Anda masih khawatir, Anda dapat melakukan tes pemeriksaan jantung EKG.

Mengenai jantung berdebar-debar, harus dikenali dulu gejala jantung berdebar-debar ini. Terlebih dahulu, kami ingin bertanya apakah jantung berdetak kencang, namun masih dalam keadaan atau pola irama jantung yang teratur? Atau jantung berdetak kencang, namun tidak beraturan? Jika masih teratur dan beraturan, maka gejala jantung berdebar itu hanyalah masalah normal karena rasa khawatir atau gugup yang berlebihan.

Penyebab jantung berdebar-debar ada banyak misalnya karena pengaruh obat, makanan, minuman, pengaruh penyakit, kecapekan, dan istirahat yang kurang. Jika pengaruh jantung berdebar-debar karena pengaruh kecapekan, kami sarankan Anda untuk istirahat yang teratur, jangan stres. Jika stres dan kecapekan, maka akan mempengaruhi kondisi jantung Anda.

Kecelakaan yang anda alami 2 minggu lalu tidak ada hubungannya dengan kondisi jantung Anda. Namun Jika Anda masih khawatir, Anda dapat melakukan tes pemeriksaan jantung EKG rontgen dada.

Jika masih ada pertanyaan, Anda boleh datang dan berkonsultasi langsung dengan dokter kami gratis dengan membawa hasil pemeriksaan dari dokter sebelumnya. Demikianlah kami sampaikan, atas perhatiannya kami mengucapkan terimakasih.

Profesor Xiao Mingdi

Dokter Spesialis Bedah Kardiovaskular di Shanghai Yodak Cardio-Thoracic Hospital. RS Cardio-thoracic Yodak Shanghai terletak di No.218 Jalan Longcao Distrik Xuhui Shanghai. Perwakilan di Jakarta ada di Menara Citicon Lantai 11 Blok Suite E ,Jalan S Parman Kav72, Slipi, Jakarta Barat 11410. Tel: 021 - 99808123 dan 021 - 99570666.

Anggota dari Association of Thoracic and Cardiovascular Surgeons of Asia, konsultan ahli dari Departemen Kesehatan RRC, Dewan Pengawas dari China National Science and Technology Progress Award, Wakil Direktur dari China Thoracic and Cardiovascular Surgeons Society, Ketua Kehormatan untuk Shanghai Thoracic and Cardiovascular Surgeons Society, Standing Committee Member of the China Medical Doctor Association.

(up/vta)

Berita Terkait