Wiranata (Pria lajang, 21 tahun)
wiranataXXXXX@ymail.co.id
Tinggi badan 172 cm, berat badan 110 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain diet (gizi) dan gaya hidup, waktu penyembuhan dan pemulihan dari patah tulang tergantung dari beberapa hal, yaitu: jenis patah tulang (terbuka/tertututup), tipe fraktur (sederhana/kompleks), lokasi fraktur (intra-artikuler/ekstra-artikuler), derajat kerusakan jaringan sekitar, lama kejadian dengan penanganan patah tulang, jenis stabilisasi yang digunakan.
Hal-hal ini akan menjadi pertimbangan bagi dokter Spesialis Orthopaedi untuk melakukan tindakan terhadap pasien patah tulang, non—operatif atau operatif.
Program Rehabilitasi juga sangat diperlukan agar pasien dapat segera mengembalikan fungsi anggota gerak yang patah dan terhindar dari komplikasi jangka panjang, misalnya: kaku sendi (kontraktur). Program Rehabilitasi sudah bisa dilakukan sesaat setelah selesai operasi.
Secara umum, penyembuhan patah tulang membutuhkan waktu sekitar 3 bulan.
Diet yang mendukung penyembuhan patah tulang, pada prinsipnya adalah diet yang seimbang. Diet 4 sehat 5 sempurna, yang terdiri dari: nasi, lauk pauk, sayur, buah dan susu, yang dikonsumsi secara rutin dan dalam jumlah yang cukup, adalah baik untuk dilakukan. Diet 4 sehat 5 sempurna mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral yang penting untuk menghasilkan tenaga dan membangun kembali jaringan tubuh yang rusak. Suplemen yang mengandung kalsium dan vitamin D baik untuk tulang.
dr Benedictus Megaputera, MSi, SpOT
Dokter bedah Orthopedi dan Traumatologi lulusan Universitas Airlangga Surabaya dan Inje University di Seoul dengan sub/super spesialisasi di bidang Sport Medicine & Arthroscopy. Saat ini mengajar di Unika Widya Mandala, Surabaya dan menjadi pengurus IOSSMA (Indonesian Orthopaedic Society for Sports Medicine & Arthroscopy) di bawah kolegium PABOI (Persatuan Ahli Bedah Orthopaedi Indonesia).
(hrn/)










































