Cara Mengatasi Tekanan Darah Tinggi di Usia yang Tidak Lagi Muda

Cara Mengatasi Tekanan Darah Tinggi di Usia yang Tidak Lagi Muda

Suherni Sulaeman - detikHealth
Rabu, 08 Mei 2013 13:45 WIB
Cara Mengatasi Tekanan Darah Tinggi di Usia yang Tidak Lagi Muda
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Dokter Dito, saya mau bertanya, bagaimana cara mengatasi tekanan darah tinggi? Baru saja di bulan April 2013 saya kontrol tensi 185/100 mmHg. Terimakasih, dok, atas pencerahannya. Semoga dokter sekeluarga sukses dan sehat selalu.

Untoro (Laki-laki menikah, 55 tahun)
untoroXXXX@gmail.co.id
Tinggi badan 175 cm, berat badan 68 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bapak Untoro yang baik, saya ikut berempati dengan Bapak. Meskipun sudah berusia 55 tahun, Bapak masih peduli pada kesehatan. Suatu upaya yang patut diapresiasi.

Hipertensi adalah meningkatnya tekanan darah secara menetap di atas atau sama dengan 140/90 mmHg.

Langsung menuju ke pokok permasalahan, usia 55 tahun dengan tekanan darah 185/100 mmHg, tergolong hipertensi.

Berbagai modifikasi gaya hidup yang dapat mencegah dan mengendalikan hipertensi adalah:

1. Stop merokok dan alkohol (bagi perokok dan peminum alkohol)
2. Gaya hidup aktif
3. Memelihara berat badan ideal
4. Makan dengan gizi seimbang (4 sehat 5 sempurna)
5. Menurunkan asupan garam

Penderita hipertensi dianjurkan untuk menurunkan atau mempertahankan berat badannya dalam batas normal, yaitu: indeks massa tubuh (IMT) antara 18,5 hingga 22,9 kg per meter persegi (kg/m2) dan lingkar pinggang untuk pria < 90 cm dan untuk wanita < 80 cm.

IMT dapat dihitung dengan cara: berat badan (dalam kilogram) dibagi dengan kuadrat tinggi badan (dalam meter).

Untuk Bapak Untoro, dengan tinggi 175 cm dan berat badan
68 kg, maka perhitungan IMT sebagai berikut:

IMT = 68:(1,75 X 1,75) = 68:3,0625 = 22,20408163

Jadi IMT Bapak Untoro masih ideal (dalam batas normal). SELAMAT!

Menurut National Institute for Health and Clinical Excellence (NICE) merekomendasikan untuk memulai intervensi medikamentosa antihipertensi bila tekanan darah di atas 160/100 mmHg.

Menurut konsensus perhimpunan hipertensi Indonesia (InaSH, 2011), penderita hipertensi sebaiknya menurunkan asupan garam/natrium. Asupan natrium dibatasi menjadi 1,5 gram per hari atau sekitar 3,5 sampai 4 gram garam per harinya.

Perlu diketahui, bahan makanan tinggi natrium pada umumnya adalah bahan makanan yang:
1. Diasinkan
2. Diasap
3. Diawetkan
4. Dikalengkan
5. Diproses pabrik/dengan teknologi (highly-processed)

Berikut bahan makanan yang harus dihindari penderita hipertensi:
a. Makanan yang diolah dengan garam dapur atau diawetkan, seperti:
1. Daging asap
2. Ham (daging babi)
3. Bacon
4. Dendeng
5. Sosis
6. Abon
7. Ikan asin
8. Ebi (udang kering)
9. Terasi
10. Telur asin
11. Telur pindang
12. Acar
13. Asinan
14. Taoco

b. Makanan yang diolah menggunakan garam dapur dan atau baking powder serta soda, misalnya:
15. Roti
16. Biskuit
17. Kue-kue asin
18. Keripik asin
19. Makanan kering yang (berasa) asin

c. Makanan yang diawetkan di dalam kaleng, misalnya:
20. Ikan sarden
21. Kornet (corned-beef)
22. Sosis
23. Sayuran (dalam kaleng)
24. Buah-buahan (dalam kaleng)

d. Beragam bumbu, seperti:
25. Kecap
26. Maggi
27. Bumbu penyedap (vetsin)
28. Saus tomat
29. Sambal (di dalam botol)
30. Monosodium glutamate (MSG) atau mononatrium glutamat

e. Semua minuman ber-gas, contohnya: soft drink.

f. Margarin, mentega, dan keju.

g. Batasi asupan kuning telur tidak lebih dari 4 butir per minggunya.

Demikian penjelasan kami, semoga bermanfaat.

Salam SEHAT!

dr. Dito Anurogo
Medical doctor at neuroscience department and Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII), Surya University, Indonesia.

(hrn/vit)

Berita Terkait