Jantung Terasa Ditusuk Ternyata Bocor Halus, Berbahayakah?

Jantung Terasa Ditusuk Ternyata Bocor Halus, Berbahayakah?

detikHealth
Kamis, 23 Mei 2013 11:49 WIB
Ditulis oleh:
Jantung Terasa Ditusuk Ternyata Bocor Halus, Berbahayakah?
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Dear Pak Dokter, saya mengalami serangan pada jantung saya saat akan berangkat ke kantor. Di mana jantung saya seperti ada yang menusuk dengan tempo berkali-kali. Saya langsung merasa lemas seperti asupan oksigen kurang. Di kantor saya merasa sedikit lumayan namun masih lemas. Akhirnya saya putuskan untuk memeriksa ke dokter.

Memang dokter yang saya kunjungi adalah dokter umum, namun oleh dokter tersebut saya diperiksa sampai pada x-ray dan USG. Dan di-USG diketahui oleh dokter yang menanganinya kebetulan dokter jantung bahwa di salah satu katup saya terjadi kebocoran halus. Yang ingin saya tanyakan apakah hal itu berbahaya ke depannya dan saya harus bagaimana? Oleh dokter jantung yang melakukan USG saya disarankan jangan terlalu capai. Terimakasih.

Ahmad Setiawan (Laki-laki menikah, 29 tahun)
as_XXXXX@yahoo.co.id
Tinggi badan 170 cm, berat badan 80 kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Dear Bapak Achmad Setiawan,

Sebelumnya Bapak sudah cek ke dokter spesialis jantung, dari hasil pemeriksaan jantung, ekokardiografi menunjukkan bahwa ada kebocoran. Boleh saya tahu di bagian katup jantung yang mana yang bocor? Lalu berapa besar kebocorannya?

Mengenai penyakit katup jantung, ada 4 katup jantung yakni: katup mitral, katup trikuspid, aorta dan pulmonal. Keempat katup ini sangat berfungsi untuk menjaga kondisi jantung anda agar selalu mengatur peredaran darah ke seluruh tubuh. Jika katup jantung tidak berfungsi, katup mitral misalnya: regurgitasi katup mitral, stenosis mitral. Jika regurgitasi katup mitral masih ringan, maka tidak menimbulkan gejala. Kelainannnya busa dikendalikan dengan stetoskop, dimana terdengar murmur yang khas.

Regurgitasi mitral yang berat maka akan menyebabkan berkurangnya aliran darah yang menyebabkan batuk, sesak napas, pada saat melakukan aktivitas dan pembengkakan tungkai.

Pemeriksaan yang paling informatif adalah ekokardiografi. Pemeriksaan ini dapat menggambarkan katup yang rusak dan menentukan beratnya penyakit. Dari dokter spesialis jantung menyarankan Anda untuk jangan beraktivitas terlalu berat, harus memperhatikan kondisi jantung Anda, maka kemungkinan besar penyakit katup jantung Anda dalam kondisi tahap berat.

Untuk pengobatannya, disesuaikan dengan berat ringannya penyakit katup jantung Anda, dan besar kebocoran atau penyumbatannya. Jika besar, maka saya sarankan agar secepatnya operasi. Operasi katup jantung atau operasi perbaikan katup dilihat dari kondisi katup jantung.

Kami juga memiliki pengobatan minimal invasive 'bedah thorascoscopic', pengobatan tanpa membelah dada, atau merusak tulang dada. Pengobatan ini sangat efektive dalam mengobati segala jenis penyakit katup jantung. Berikut adalah artikel nya http://www.yodak.co.id/news/138.html dan http://www.yodak.co.id/news/103.html

Saya perlu membaca hasil pemeriksaan/ekokardiografi jantung Anda baru dapat memutuskan pengobatan yang terbaik buat Anda. Untuk konsultasi dengan saya secara langsung, gratis tidak dipungut bayaran sepeser pun, dengan membawa hasil pemeriksaan dari dokter sebelumnya. Terimakasih.

Profesor Xiao Mingdi

Dokter Spesialis Bedah Kardiovaskular di Shanghai Yodak Cardio-Thoracic Hospital. RS Cardio-thoracic Yodak Shanghai terletak di No.218 Jalan Longcao Distrik Xuhui Shanghai. Perwakilan di Jakarta ada di Menara Citicon Lantai 11 Blok Suite E, Jalan S Parman Kav 72, Slipi, Jakarta Barat 11410. Tel: 021 - 99808123 dan 021 - 99570666.

Anggota dari Association of Thoracic and Cardiovascular Surgeons of Asia, konsultan ahli dari Departemen Kesehatan RRC, Dewan Pengawas dari China National Science and Technology Progress Award, Wakil Direktur dari China Thoracic and Cardiovascular Surgeons Society, Ketua Kehormatan untuk Shanghai Thoracic and Cardiovascular Surgeons Society, Standing Committee Member of the China Medical Doctor Association.

(hrn/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads