Azriellillah (Laki-laki menikah, 23 tahun)
azriellillah_XXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 165 cm, berat badan 65 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada dua topik yang Anda tanyakan: kram otot dan sakit pada tulang kering sehabis berolahraga (shin splints). Berikut penjelasannya.
Kram otot (muscle cramps) adalah suatu keadaan di mana otot, secara mendadak berkontraksi di luar kehendak, sehingga menyebabkan rasa nyeri, ketat dan tidak relaks.
Kram otot dapat mengenai satu maupun beberapa kelompok otot. Kelompok otot yang sering mengalami kram adalah: otot betis, otot paha sisi depan dan belakang. Tempat lain yang juga sering mengalami kram adalah kaki, tangan, lengan atas, perut, dan di sepanjang dinding dada.
Selain nyeri, otot yang mengalami kram akan teraba keras dan membesar.
Kram terjadi pada otot yang mengalami: kelebihan beban kerja, cedera, kekurangan asupan kalium dan kalsium. Keadaan ini dijumpai pada:
1. Orang berusia lanjut
2. Atlet yang mengalami kelelahan dan dehidrasi
3. Wanita hamil
4. Mempunyai gangguan kesehatan: diabetes, kelainan syaraf, liver, dan tiroid
Ketika terjadi kram otot, hentikan seluruh aktivitas dan cobalah melakukan peregangan otot (stretching) dan melakukan pemijatan pada otot. Kompres hangat akan me-relax-kan otot yang sedang berkontraksi, sedangkan kompres es akan membantu mengurangi rasa nyeri yang muncul setelah periode kontraksi otot. Obat anti radang dapat diberikan untuk mempercepat penyembuhan ini.
Apabila keadaan berikut ini terjadi, segeralah datang ke dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut:
1. Kram otot yang sangat berat
2. Tidak hilang/ berkurang dengan peregangan otot (stretching)
3. Selalu kambuh/ kumat-kumatan
4. Kram otot yang sudah berlangsung lama
Tips untuk menghindari kram otot:
1. Berolahraga sesuai dengan kemampuan tubuh
2. Minumlah cukup cairan pada saat berolahraga, khususnya cairan yang mengandung mineral
3. Lakukan peregangan otot untuk meningkatkan fleksibilitas tubuh
Shin splints adalah suatu keadaan dimana terjadi rasa nyeri di tungkai bawah, di sepanjang tulang kering sisi dalam. Keluhan ini sering ditemui dan berkaitan dengan kegiatan olahraga. Nyeri ini muncul akibat suatu proses peradangan pada otot, tendon, dan tulang kering, yaitu di tempat perlekatan otot pada tulang. Peradangan ini terjadi karena otot dan jaringan tulang (periosteum) di tungkai bawah melakukan aktivitas yang melebihi kemampuannya, secara berulang.
Secara tipikal, shin splints selalu dikeluhkan setelah aktivitas berolahraga, khususnya mereka yang melakukan perubahan mendadak pada aktifitas olahraga tersebut, yaitu perubahan frekuensi, durasi dan intensitas. Beberapa jenis olahraga dengan aktivitas fisik yang tinggi dapat menimbulkan keluhan ini. Kelompok olahraga yang sering mengalami shin splints adalah: dansa, lari, sepakbola, futsal, basketball, softball.
Faktor lain yang dapat menyebabkan shin splints, adalah memiliki telapak kaki yang datar (flat feet), melakukan latihan dengan menggunakan alas kaki yang tidak tepat.
Sifat nyeri shin splints bervariasi: nyeri tajam, tumpul maupun seperti ditusuk; bisa terjadi selama dan setelah berolahraga; menjadi lebih nyeri apabila dilakukan penekanan pada daerah nyeri.
Perlu diperhatikan,terdapat keadaan lain yang menimbulkan gejala serupa dengan shin splints, yaitu: keretakan pada tulang kering (fraktur stress), radang/ robekan tendon, sindrom kompartemen kronis eksersional. Untuk membedakannya, perlu dilakukan pemeriksaan penunjang, berupa: foto rontgen, MRI, atau pengukuran tekanan intra kompartemen.
Pada umumnya terapi shin splints jarang dilakukan pembedahan, melainkan hanya terapi non pembedahan saja, meliputi: istirahat, minum obat anti radang, melakukan kompres es, kompresi, latihan peregangan otot, penggunaan sepatu modifikasi dan alat bantu orthotik.
Pencegahan shin splints dapat dilakukan dengan cara: menggunakan alas kaki yang tepat, meningkatkan porsi olahraga secara bertahap, berolahraga dengan jenis yang berbeda dengan waktu berselingan.
Benedictus Megaputera, dr.SpOT, MSi
Spesialis Orthopaedi & Traumatologi, Sub Spesialis Sports Medicine & Arthroscopy. Dosen Tetap di Fakultas Kedokteran Unika Widya Mandala Surabaya. Anggota dari: Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Ahli Bedah Orthopaedi Indonesia (PABOI), Indonesian Orthopaedic Society for Sports Medicine & Arthroscopy (IOSSMA)
Praktik: Klinik Spesialis Bethany Care, Jl. Nginden Intan Timur I/ 29, Surabaya, Telp 031-5912727 (hunting)
Siloam Hospitals Surabaya
Jl. Raya Gubeng 70, Surabaya
Telp (031) 503 1533
Follow twitter @doktertulangku
(hrn/vit)











































