Alfianda Xp (Pria lajang, 18 tahun)
alfiandaxp@gmail.com
Tinggi badan 167 cm, berat badan 56 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nyeri dada bisa disebabkan oleh gangguan jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler), paru-paru, nyeri alih, psikogenik/psikosomatis, lambung dan saluran pencernaan, kondisi hiperadrenergik (gangguan hormonal).
Beberapa contoh nyeri dada yang berkaitan erat dengan jantung, misalnya: serangan jantung, angina, perikarditis, diseksi aorta.
Penyebab utama nyeri jantung termasuk:
1. Angina
2. infark miokard
3. perikarditis akut
4. pneumonia
5. emboli paru-paru
6. pneumothorax (ada udara di rongga paru-paru)
7. gastro-oesophageal reflux
8. spasme esofagus
9. gangguan tukak lambung (peptic ulcer disease)
10. batu empedu
11. cholecystitis
12. pankreatitis akut
13. nyeri dinding dada (misalnya: sindrom Tietze, trauma/cedera, osteoporosis, dsb)
14. Aortic dissection
15. cemas
16. depresi.
Investigasi diperlukan untuk memastikan penyebab pasti nyeri dada. Misalnya foto rontgen untuk memastikan pneumonia, ultrasound perut untuk memastikan batu empedu, serum amylase untuk memastikan pankreatitis akut, dsb. Pemeriksaan darah termasuk enzim jantung, lemak puasa, glukosa puasa, untuk memastikan keberadaan anemia.
Jadi, pada intinya diperlukan pemeriksaan yang holistik dan komprehensif untuk memastikan apakah nyeri jantung berasal dari jantung atau penyebab lain.
Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.
Salam sehat dan sukses selalu!
Dokter Dito Anurogo
Penulis 15 buku, berkarya di Comprehensive Herbal Medicine Institute (CHMI), Center for Robotic and Intelligent Machines (CRIM), serta Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII), Surya University, Indonesia.
(hrn/up)











































