Pusing dan Keluar Cairan Bening dari Telinga Tiap Mikir, Kenapa?

Pusing dan Keluar Cairan Bening dari Telinga Tiap Mikir, Kenapa?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Senin, 14 Jul 2014 11:45 WIB
Pusing dan Keluar Cairan Bening dari Telinga Tiap Mikir, Kenapa?
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Dok, dulu waktu balita kepala saya pernah terbentur, dan dari telinga sampai mengeluarkan darah kata ortu saya. Sekarang, ketika saya berpikir agak berat, misal persiapan untuk ujian sekolah, dari telinga saya keluar cairan bening tapi tidak berbau dan kepala saya juga pusing tak karuan, kalau boleh tahu, saya terkena penyakit apa ya?

Aris Kurniawan (Pria lajang, 17 tahun)
kurniawan.its.XXX.XXXX@gmail.com
Tinggi badan 164 cm, berat badan 54 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dear saudara Aris Kurniawan yang dimuliakan dalam kasih Allah, terimakasih atas kepercayaannya kepada kami.

Data yang kami peroleh amat minimalis. Saat berpikir agak berat, pusing dan keluar cairan bening dari telinga. Ada riwayat trauma kepala (yaitu: kepala terbentur saat balita). Tanda dan gejala ini masih belum mengarah ke diagnosis penyakit tertentu.

Namun kami menduga ada cedera kepala (bisa primer, bisa sekunder), atau kemungkinan vertigo, migraine, tension type headache (nyeri kepala tegang otot), infeksi telinga, atau penyakit lainnya. Kami belum berani memastikan sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tentunya untuk memastikan diagnosis diperlukan anamnesis lebih lanjut, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang (misalnya: CT scan, MRI, otoskop, sesuai indikasi). Saran kami, segeralah memeriksakan diri ke puskesmas, atau dokter keluarga, atau dokter umum terdekat untuk dilakukan pemeriksaan secara holistik dan komprehensif, guna penegakan diagnosis dan pemberian tatalaksana yang sesuai.

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu!

Dokter Dito Anurogo
Penulis 15 buku, berkarya di Comprehensive Herbal Medicine Institute (CHMI), Center for Robotic and Intelligent Machines (CRIM), serta Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII), Surya University, Indonesia.

(hrn/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads