Rina Amelyana (Wanita lajang, 33 tahun)
Amelyana_XXXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 159.8 cm, berat badan 63 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istilah kram otot di dunia kedokteran sebenarnya kontraksi otot/sekelompok otot yang terus menerus dan mengakibatkan rasa nyeri. Perlu dibedakan istilah kram otot dengan sprain dan strain, sebab masyarakat awam cenderung menyederhanakan semuanya menjadi istilah kram.
Sprain adalah cedera pada ligamentum. Cedera ini terjadi karena kondisi stres yang mendadak atau penggunaan sendi yang berlebihan dan berulang-ulang. Sprain paling sering terjadi pada atlet di beragam cabang olahraga.
Strain adalah kerusakan pada suatu bagian otot/tendon karena penggunaan yang berlebihan ataupun stres yang berlebihan.
Berbagai penyebab kram, misalnya: kurang pemanasan serta peregangan sebelum berolahraga, otot terlalu lelah, gangguan sirkulasi darah yang menuju ke otot sehingga menimbulkan kejang.
Selain itu, ada beberapa hal pemicu kram, seperti:
1. Kurangnya pemanasan/pendinginan (terutama menjelang/seusai berolahraga) sehingga tubuh tidak berkesempatan melakukan adaptasi.
2. Kelelahan otot saat berolahraga, sehingga sisa metabolik (berupa asam laktat) terakumulasi dan menumpuk, lalu merangsang otot/saraf hingga terjadi kram.
Solusi
Untuk mengatasi kram otot, maka dokter akan melakukan:
1. mengistirahatkan penderita, lalu memberikan kompres es dan/atau semprotan chlor ethyl spray untuk menghilangkan rasa nyeri/sakit.
2. Menahan otot saat berkontraksi agar filamen miosin dan actin myosin dapat menduduki posisi yang semestinya sehingga kram berhenti. Saat ditahan, disemprot dengan chlor etyl spray, sehingga rasa nyeri hilang.
3. Memberikan multivitamin, termasuk vitamin B kompleks dan neurotropik yang baik untuk saraf.
Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.
Salam sehat dan sukses selalu!
Dokter Dito Anurogo
Penulis 15 buku, berkarya di Comprehensive Herbal Medicine Institute (CHMI), Center for Robotic and Intelligent Machines (CRIM), serta Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII), Surya University, Indonesia.
(hrn/ajg)











































