Cucu Suryati (Wanita lajang, 20 tahun)
cucu_matahari27XXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 153 cm, berat badan 45 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langsung saja menuju ke pokok permasalahan, ya.
Dari pertanyaan di atas, kami menemukan petunjuk kunci, yaitu: gangguan keseimbangan. Ada beberapa kemungkinan diagnosis yang terkait erat dengan gangguan keseimbangan, seperti:
1. defisiensi vitamin B1 (thiamine)
2. stroke hemoragik
3. stroke iskemik
4. benign paroxysmal positional vertigo (canalithiasis)
5. migrain terkait vestibulopati
6. neuropati perifer
7. vestibular neuritis atau labyrinthitis
8. penyakit Meniere
9. ototoxic vestibulopathy
10. alkohol terkait degenerasi otak kecil (serebelum)
11. penyakit Parkinson idiopatik
Selain 11 kemungkinan diagnosis di atas, maka perlu dipertimbangkan pula beberapa kondisi seperti: defisiensi vitamin E, delirium, depresi, gout, gangguan cemas, meningitis, multiple sklerosis, ensefalopati Wernicke, penyakit Coeliac, sindrom Guillain-Barre, polyradiculopathy, cerebellitis/brainstem encephalitis, multiple system atrophy (Shy-Drager syndrome), neuromyelitis optica, dsb.
Untuk memastikannya, maka dokter akan melakukan anamnesis (wawancara terstruktur, mendetail, komprehensif), yang meliputi:
1. riwayat jatuh (cedera akibat jatuh, jatuh sebelum ini, keadaan/kesadaran saat jatuh, gejala terkait)
2. problematika medis akut dan kronis (menahun)
3. problematika kesulitan berjalan (misal: akibat nyeri, ketidakseimbangan, gejala terkait)
4. aktivitas yang biasa dilakukan, status gerakan, tingkat fungsi
5. review sistem secara lengkap
6. riwayat operasi
7. riwayat penggunaan/konsumsi obat tertentu (jumlah, tipe, dosis), misalnya: golongan antiarrhythmics, diuretik, digoxin, narkotik, antikonvulsan, psikotropik, dan antidepresan).
Kemudian dokter akan melanjutkan pemeriksaan fisik, meliputi: afektif, kognitif, kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah), muskuloskeletal (persendian), neurologis (persarafan, refleks otot, koordinasi, dsb), sensorik, tanda-tanda vital (berat badan, tinggi badan, tekanan darah ortostatik, nadi).
Setelah pemeriksaan fisik, maka dokter akan merekomendasikan pemeriksaan penunjang sesuai indikasi. Barulah dokter akan menegakkan diagnosis dan memberikan penatalaksanaan/terapi yang paripurna.
Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.
Salam sehat dan sukses selalu!
Dito Anurogo
Penulis 15 buku, berkarya di Comprehensive Herbal Medicine Institute (CHMI), Center for Robotic and Intelligent Machines (CRIM), serta Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII), Surya University, Indonesia.
(hrn/up)











































