Saufuddin Jupri (Pria, 41 tahun)
imamjupri45XXXXXgmail.com
Tinggi 175 cm, berat 63 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau yang Anda maksudkan itu mengarah ke stroke, maka diksi (pilihan kata)-nya bukan 'pengumpulan atau penggumpalan' melainkan 'sumbatan', 'perdarahan', atau 'pecahnya pembuluh darah'.
Kemudian, untuk lebih mempertajam ke arah diagnosis, maka data berikut ini amat kami perlukan:
1. Sakit kepalanya terasa paling hebat di kepala sisi/sebelah mana? Mereda saat apa saja? Memberat saat apa saja?
2. Bagaimana sakit kepalanya, apakah berputar atau berdenyut? Hilang timbul atau terus menerus dirasakan?
3. Berapa lama dirasakan tiap kali kambuh?
4. Apakah ada riwayat jatuh/cedera/benturan di kepala?
5. Bagaimana gejala penyertanya, apakah disertai mual, muntah, dsb?
6. Apakah telah dilakukan pemeriksaan penunjang, seperti: CT Scan, MRI, dsb?
7. Tanda dan gejala lain (selain tersebut di atas) yang Bapak rasakan apa saja?
8. Apakah sudah pernah periksa ke dokter? Bila sudah, maka bagaimana diagnosis dokter?
9. Apakah sebelum ini ada riwayat menderita tekanan darah tinggi atau kencing manis?
10. Apakah pernah konsumsi obat / zat tertentu?
11. Apakah Bapak merokok? Berapa batang per harinya?
12. Apakah Bapak penggemar berat kopi, teh, coklat, atau keju?
Masih diperlukan beberapa informasi dan penjelasan lainnya yang lebih detail serta lengkap, demi memudahkan kami menegakkan diagnosis dan menentukan terapi sesuai indikasi.
Jadi, sakit kepala dengan adanya pengumpulan darah yang Bapak alami masih harus diobservasi dan diperiksa lebih lanjut oleh dokter, sebelum memastikan langkah selanjutnya, apakah cukup istirahat, dapat diberi obat, atau perlu dioperasi. Namun yang perlu diketahui, amat sedikit kasus sakit kepala yang berlanjut hingga operasi.
Demikian penjelasan ini, semoga mudah dipahami.
Salam sehat dan sukses selalu.
dr. Dito Anurogo, bekerja di Indonesian Young Health Professionals' Society (IYHPS). (hrn/up)











































