Dicky Ardiyanta (Pria, 20 tahun)
ardiyantadickyXXXXXX@gmail.com
Tinggi 165 cm dan berat 58 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nyeri akut berlangsung seketika, dapat berlanjut hingga hitungan hari dan dapat lekas membaik dengan atau tanpa terapi. Nyeri kronis terjadi berbulan-bulan hingga bertahun-tahun dan umumnya tidak dapat pulih spontan kecuali dengan penanganan yang tepat. Nyeri akut sering berespon dengan obat-obat antinyeri, sedangkan nyeri kronis mungkin saja membandel.
Nyeri dapat muncul dari sejumlah lokasi atau organ tubuh, termasuk tulang belakang (vertebra), bersumber dari otot, tendon, ligamen, dan fascia. Robekan, regangan, luka memar jaringan otot dapat terjadi pada kasus tertentu, seperti: kecelakaan mendadak, terjatuh, mengangkat atau menggendong sesuatu (benda/beban) yang berat, dsb.
Penyebab nyeri punggung diduga multifaktor, meskipun penyebab pasti belum diketahui. Radang sendi (arthritis), radang tulang dan sendi (osteoarthritis), keropos tulang (osteoporosis), cedera (otot, ligamen, lempeng/disk), ketidakteraturan skeletal, penyakit tertentu (batu ginjal, dsb) diduga dapat menyebabkan nyeri punggung.
Tumor, infeksi (osteomyelitis), kurang tidur, insomnia, dan gangguan psikologis berupa stres emosional, depresi, cemas, juga dapat memicu dan memerburuk nyeri punggung.
Dugaan bahwa spasme otot adalah penyebab nyeri tulang belakang atau nyeri punggung, hingga kini belum terbukti.
Sayang sekali mas Dicky Ardiyanta belum menyebutkan secara jelas apakah profesi dan kebiasaan Anda akhir-akhir ini. Namun jangan khawatir, setiap penyakit, Insya Allah, pasti ada solusinya.
Berikut ini solusi mengatasi nyeri punggung:
1. Duduklah secara ergonomis (memerhatikan sikap atau posisi duduk).
2. Setiap 30 menit, selingi dengan berdiri atau lakukan gerak-gerak badan / peregangan di antara duduk.
3. Persering / perbanyak konsumsi air putih.
4. Konsumsi multivitamin, terutama vitamin B kompleks
5. Rutin minum susu minimal 1 gelas setiap hari.
6. Olahraga yang dianjurkan adalah aerobik dan berenang.
7. Berpola hidup sehat dan seimbang.
Demikian penjelasan ini, semoga bermanfaat.
Salam sehat dan sukses selalu!
dr. Dito Anurogo, bekerja di Indonesian Young Health Professionals' Society (IYHPS).
(hrn/up)











































