Fathir (Pria, 31 tahun)
m.fathir.riXXXXX@yahoo.co.id
Tinggi 170 cm, berat 60 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perilaku tantrum dan agresifitas memang sebagian besar muncul karena anak sulit mengekspresikan apa yang ada dalam pikirannya dan lingkungan tidak dapat memahami apa yang ia inginkan sehingga respon yang muncul adalah marah.
Betul sekali jika kita membiasakan anak untuk berekspresi secara verbal maka ia akan mengembangkan satu cara penyelesaian masalah yang baru yaitu dengan menggunakan kemampuan verbal sehingga bisa mengurangi munculnya tantrum.
Namun, ada perilaku agresif yang muncul bukan karena ia sulit menyampaikan sesuatu secara verbal, tetapi perilaku tersebut muncul karena ketidakstabilan kondisi emosinya dan proses imitasi dari lingkungan. Nah hal ini yang perlu diwaspadai dan direspon secara tepat.
Ajak anak untuk berekspresi emosi secara tepat dan mengenal berbagai macam bentuk emosi sehingga ia dapat membedakan respon yang satu dan lainnya secara tepat. Selamat mencoba.
Ratih Zulhaqqi, M.Psi
Psikolog Anak lulusan Magister Profesi Klinis Anak Universitas Indonesia. Saat ini berpraktik di RaQQi - Human Development & Learning Centre
Jl. Tebet Barat IX No 11 Jakarta Selatan Telp (021) 85585261/96633076. Follow Twitter Ratih: @ratihyepe.
(hrn/vit)











































