Vertigo Kambuh, Amankah Mengonsumsi Obat?

Vertigo Kambuh, Amankah Mengonsumsi Obat?

detikHealth
Senin, 19 Okt 2015 13:26 WIB
Ditulis oleh:
Vertigo Kambuh, Amankah Mengonsumsi Obat?
Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Dok, saya mempunyai riwayat vertigo dan sebagai info tambahan tes lab terakhir LDL saya sangat tinggi (203). Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan:
1. Jika kambuh yang terasa hanya badan kehilangan keseimbangan tanpa disertai muntah-muntah dan sangat sensitif dengan gerakan melawan gravitasi. Seperti ketika di pesawat gerakan take off dan descent sangat saya rasakan.
2. Amankah jika vertigo kambuh mengomsumsi obat (seperti, xxxtigo)? Terimakasih.

Yudi (Pria, 40 tahun)
yudiXXXXXX@gmail.com
Tinggi 173 cm, berat 55 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penelitian yang dilakukan oleh Ullah S dan Jassal SS (2015) berhasil membuktikan bahwa nilai kolesterol LDL meningkat pada 23,33% kasus penderita vertigo. Kemudian perasaan hilang keseimbangan pada saat mengalami vertigo juga amat wajar dirasakan. Namun, alangkah baiknya jika sedang kambuh, maka yang paling efektif adalah dengan cara melakukan rehabilitasi vestibuler. Metode ini haruslah dikonsultasikan dengan dokter.

Tentang gangguan keseimbangan saat berkendara dengan pesawat terbang, hal itu wajar dijumpai. Di dunia kedokteran, gangguan seperti itu (mabuk udara) disebut sebagai motion sickness. Motion sickness ini terjadi karena ketidakharmonisan atau ketidaksesuaian di input sensoris dari sistem vestibular, visual, dan somatosensoris.

Langkah paling bijaksana tentunya adalah segera berkonsultasi ke dokter umum atau dokter keluarga terdekat. Mengingat untuk memberikan obat, maka dokter harus menentukan apakah termasuk vertigo sentral atau vertigo perifer.

Dokter juga akan melakukan manuver Dix-Hallpike untuk memastikan apakah vertigonya itu termasuk BPPV (benign paroxysmal positional vertigo) atau bukan. Kemudian hal yang tak kalah pentingnya adalah menyingkirkan diagnosis banding vertigo.

Diagnosis banding vertigo ada sebelas, antara lain: BPPV, fistula perilimfatik, iskemia vaskuler, penyakit Meniere, sifilis, migrain vertiginosa, konkusi labirin, labirintitis, iskemi vaskuler (stroke), neuronitis vestibuler, dan gangguan cemas. Inilah the art of medicine.

Jika vertigo kambuh, maka segeralah ke dokter untuk mendapatkan terapi yang sesuai. Hindari langsung meminum ***tigo saat vertigo kambuh, sebab ada efek sampingnya. Seperti: mual, muntah, gangguan saluran pencernaan, dan ruam di kulit.

Saat ini ada beberapa kiat pencegahan vertigo yang dapat dilakukan:
diet rendah garam, hindari asap (rokok, kendaraan bermotor, dsb), hindari cedera akibat jatuh atau gangguan keseimbangan, hindari makanan tinggi kolesterol. Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu.

Dito Anurogo sedang studi di S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis FK UGM Yogyakarta.

(hrn/up)

Berita Terkait