Kalaupun ada konflik pribadi antara kami, biasanya hanya persoalan sepele dan bisa diselesaikan. Tapi beberapa bulan ini ada yang mengganjal Mbak, yaitu tentang partner kerja suami saya. Selain pekerjaan utamanya sebagai GM, ia juga bertanggungjawab sebagai koordinator pemusik di kantornya (suami saya bekerja di sebuah rumah makan yang menyajikan live music sebagai hiburannya).
Ada seorang manager penyanyi yang agak 'aneh' kalau saya menilai. Karena sejak awal ia masuk/melamar untuk bernyanyi di kantor suami saya, sering sekali ia memberikan hadiah. Baik itu yang harganya mahal maupun hadiah-hadiah kecil misalnya, membawakan makanan kecil untuk suami saya (diberikan di kantor dan saya tahu hal ini tanpa sengaja dari BBM suami, sayangnya ia tidak terbuka tentang hal ini).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi, yang saya tangkap adalah ia selalu berkonflik dengan pacarnya dan minta perhatian dari suami saya. Saya tahu hal ini juga dari BBM suami, bukan karena dikasih tahu. Oh ya, dia janda cerai dan melihat di foto profilnya, penampilannya pun jauh dari menutup aurat. Selama ini sikap suami biasa saja Mbak, komunikasi dengan wanita tersebut masih wajar.
Pertanyaannya:
1. Apakah wajar sikap wanita tersebut dalam memberi hadiah kepada suami saya? Hampir tiap bulan lho Mbak
2. Saya dan suami pernah bicara tentang hal ini dan saya katakan hati-hati dengan pemberian hadiah bukan dari mahram, karena takut terjadi fitnah. Tapi suami bersikap biasa saja, dan malah dikiranya saya menuduh dia selingkuh. Alasannya, kan si wanita tersebut sudah punya pacar. Jadi tidak mungkin suami saya selingkuh dengannya. (Lho, yang namanya selingkuh bukannya karena dari komunikasi yang intens ya Mbak? Apalagi dia konflik terus dengan pacarnya dan curhatnya ya ke suami saya).
3. Bagaimana sikap suami saya seharusnya? Mengingat selama ini si wanita tersebut agresif dan suami seolah-seolah pasrah saja ketika diberi hadiah macam-macam.
4. Jujur saja Mbak, saya pernah trauma dengan perilaku suami di masa lalunya. Hobi pacaran, bahkan sebelum menikah pun dia sempat selingkuh dengan teman kerjanya. Walau saya sudah memaafkan dan tidak ingin mengingatnya tapi bekas luka itu masih ada di hati.
Yang saya lihat bahwa suami memang cenderung 'nrimo', apalagi kalau berhadapan dengan wanita agresif (katanya sih ilfeel, tapi kok tidak bisa tegas menolak segala pemberian hadiahnya ya?). Bagaimana saya harus bersikap, Mbak? Terimakasih sebelumnya.
Rini (Wanita, 32 tahun)
Jawaban
Dear Mbak Rini,
Saya bisa memahami jika kekhawatiran Anda yang terjadi saat ini karena pernah mengalami luka di masa lalu yang membuat kali ini Anda tentu tidak ingin 'kecolongan'. Bagi orang yang pernah mengalami hal ini sebelumnya, reaksi Anda terhadap suami cukup baik lho. Anda sudah bertanya dan memberikan pendapat, bukan menyerang secara terbuka. Anda juga bisa melihat bahwa sampai dengan saat ini respon suami masih wajar-wajar saja, dan tidak melihat yang wajar tadi jadi sesuatu yang luar biasa. Hal ini menunjukkan kematangan Anda dalam menyikap hal ini, meskipun bukan berarti kekhawatiran tersebut menjadi hilang tentunya ya.
Sebetulnya setiap pasangan bisa mendefinisikan perselingkuhan dengan cara yang berbeda. Oleh karena itu, sangat mungkin suami bersikeras ia tidak berselingkuh, sementara Anda berpikir kemungkinan itu bisa saja terjadi mengingat Anda meyakini komunikasi yang intens bisa menjadi bibit-bibit awal perselingkuhan. Namun, karena tak ada bukti yang jelas dan dikonfirmasi oleh suami, kalau Anda justru bersikeras mencari bukti dan fokus pada sakit hati Anda, maka hubungan dapat lebih bermasalah. Kualitas pengasuhan Anda sebagai seorang Ibu juga dapat terpengaruh. Bagaimana kalau yang dilakukan adalah sebaliknya, yaitu berusaha memperbaiki relasi antara Anda dan suami?
Mengenai perilaku suami Anda yang Anda deskripsikan sebagai orang yang 'nrimo' apakah ini terjadi pada segala situasi atau hanya pada kasus-kasus tertentu saja? Beberapa kelebihan orang nrimo biasanya tidak menyukai konflik, pendengar dan teman yang baik, dsb. Di sisi lain memang sikap nrimo bisa jadi kekurangan seperti jadi terkesan tidak tegas, tidak asertif, dan ingin menyenangkan orang lain. Kekurangan dan kelebihan tersebut biasanya menjadi satu paket yang ada di dalam orang yang sama. Jika memang ini yang terjadi, bisa saja ketidakterbukaan suami juga memang karena ia tidak ingin mencari masalah dengan Anda untuk sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi (dalam hal ini perselingkuhan). Atau bisa juga karena Anda memang memiliki akses kepada telepon genggamnya, sehingga merasa tidak menyembunyikan sesuatu dari Anda. Nah, sejauh mana Anda memahami pola komunikasi Anda dan suami selama 10 tahun ini?
Mempertahankan pernikahan 10 tahun tentu bukanlah hal mudah. Terkadang semakin lama usia pernikahan, pasangan suami istri merasa sudah mulai menemukan pola dan ritme perkawinannya. Namun, hal ini belum tentu menjamin kemesraan dan keintiman tetap berlanjut. Misalnya nih, hubungan intim akhirnya dilihat sebagai hal rutin untuk pemenuhan kebutuhan biologis, bukan ekspresi kasih sayang. Jika tidak berhati-hati, rutinitas yang ada bisa membuat hal-hal baru di luar rumah bisa terlihat lebih menarik. Makanya memang banyak perselingkuhan terjadi pada usia-usia pernikahan 5-7 tahun ke atas, meskipun tidak selalu.
Anda bisa memulainya dengan mencari tahu apa sih bahasa cinta dari suami, yang bisa Anda lihat dari hal-hal yang membuat ia senang dan bagaimana ia menyenangkan orang lain. Idealnya pasangan sama-sama mencari tahu bahasa cinta pasangannya. Dapat melalui observasi, atau mengisi kuesioner (tersedia kuesioner online di situs penelusuran). Namun, tidak ada salahnya juga kalau Anda yang memulai untuk memberikan perhatian dan kasih sayang sesuai dengan yang pasangan inginkan dan butuhkan.
Ada 5 bahasa cinta, yaitu memberikan pujian, menghabiskan waktu bersama, mendapatkan hadiah, merasa dibantu, dan sentuhan fisik (keterangan lebih jelas bisa Anda cari lebih lanjut ya). Biasanya setiap orang memiliki satu atau dua bahasa cinta yang dominan yang membuat ia merasa dicintai. Misalnya, bisa saja ia bukan tidak bisa menolak hadiah yang diberikan, tetapi karena ia menyukai perhatian yang diberikan karena bahasa cintanya memang seperti itu. Atau, ia senang dikagumi dan dipuji, sehingga ia menyukai ketika ada seseorang yang mengaguminya. Yang perlu digarisbawahi, menyukai perhatian yang diberikan tidak lantas membuat perselingkuhan pasti terjadi.
Bahasa cinta kesannya memang sederhana, tetapi tidak jarang mengenali bahasa cinta membuat pasangan mengingat kembali apa yang mereka miliki, yaitu pasangan mereka. Tidak membuat hubungan Anda juga seperti pengantin baru, yang penting adalah keinginan untuk tetap berkomitmen dan memperbarui kemesraan.Kalau hubungan Anda berdua lebih menyenangkan, kesempatan lebih besar buat Anda, bukan hanya untuk mempertahankan perkawinan namun juga membuat perkawinan bahagia.
Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/ (hrn/vit)











































