Apakah GERD Termasuk Penyakit Berbahaya Dok?

ADVERTISEMENT

Dokter Menjawab

Apakah GERD Termasuk Penyakit Berbahaya Dok?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Selasa, 29 Nov 2022 09:09 WIB
Gastroesophageal reflux disease GERD on a clinic desk.
Apakah penyakit GERD bisa berbahaya Dok? (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Pertanyaan:

Permisi mau tanya, saya mengalami penyakit asam lambung. Apakah penyakit tersebut berbahaya dan bagaimana cara menanggulanginya terima kasih.

Muqsith (Pria, 25 tahun)

Jawaban:

Penyakit asam lambung atau dalam istilah medisnya disebut dengan penyakit refluks esophageal / gastroesophageal reflux disease (GERD), merupakan suatu keadaan di mana terjadi refluks atau naiknya cairan asam lambung secara berulang ke esofagus yang menyebabkan terjadinya gejala ataupun komplikasi yang mengganggu.

Pasien dengan GERD sering kali datang berkonsultasi ke dokter dengan keluhan, nyeri dada berupa sensasi rasa panas terbakar di tengah dada yang menyerupai penyakit jantung. Keluhan lainnya bisa berupa rasa pahit atau asam di mulut, mual, nyeri ulu hati, kesulitan menelan ataupun nyeri menelan.

Pada beberapa kasus, dapat pula datang dengan keluhan tidak khas di luar saluran cerna seperti batuk, terada berdahak di tenggorokan, ataupun sesak napas.

Beberapa faktor risiko GERD telah dievaluasi pada populasi Asia-Pasifik beberapa di antaranya yaitu faktor usia lanjut, jenis kelamin pria, ras, riwayat keluarga, obesitas, merokok dan konsumsi obat-obatan tertentu seperti teofilin, antikolinergik, beta adrenergik, nitrat, dan calcium-channel blocker. Hormon pada wanita hamil dan menopause juga turut serta mengambil peran dalam terjadinya GERD.

Apabila mengalami gejala serupa, maka sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk menentukan apakah keluhan yang dirasakan memang akibat GERD. Di daerah-daerah dengan fasilitas kesehatan yang masih terbatas, penegakan diagnosis GERD dapat dengan menggunakan kuesioner GERD-Q yang terdiri dari 6 pertanyaan mengenai gejala klasik GERD. Misalnya seperti beratnya gejala, pengaruh GERD terhadap kualitas hidup, dan penggunaan obat-obatan untuk menghilangkan gejala.

Bila didapatkan skor >8, maka orang tersebut memiliki kecenderungan yang tinggi untuk menderita GERD dan membutuhkan evaluasi lebih lanjut. Di daerah terpencil kecurigaan GERD bisa dilanjutkan dengan Proton Pump Inhibitor test, di mana dokter akan memberikan obat penghambat produksi asam lambung yang dikonsumsi 1-2 minggu dan apabila menunjukkan 50% perbaikan gejala maka dianggap positif GERD dan pengobatan dilanjutkan sampai 8 minggu.

Bila berada di wilayah dengan fasilitas kesehatan yang lebih lengkap, maka penegakan diagnosis GERD oleh dokter bisa menggunakan beberapa modalitas. Seperti endoskopi saluran cerna bagian atas, urea breath test, pemeriksaan pH-metri 24 jam atau kapsul 48 jam dan pemeriksaan histopatologi yang bisa membantu menentukan adanya kecenderungan ke arah keganasan, dan masih ada beberapa pemeriksaan diagnostik lainnya.

Setelah diagnosis sudah ditegakkan, maka dapat dimulai dengan perubahan ke arah gaya hidup lebih sehat seperti menurunkan berat badan pada pasien obesitas, meninggikan kepala 15-20 cm saat berbaring, berhenti merokok dan meminum alkohol, juga menghindari obat-obatan, makanan dan minuman yang memicu terjadinya GERD. Serta sebaiknya makan tidak sampai kekenyangan yang dilakukan paling tidak 3 jam sebelum jam tidur.

dr Indah Lestari Daeng Kanang, SpPD-FINASIM

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Hospital Makassar

Tentang Konsultasi Kesehatan

Pembaca detikcom yang memiliki pertanyaan terkait berbagai masalah kesehatan dapat mengirimkan pertanyaan disertai keterangan nama, usia, dan jenis kelamin melalui form Konsultasi detikHealth, KLIK DI SINI.

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Seluruh identitas penanya kami jamin akan dirahasiakan.



Simak Video "Amankah Pengidap Asam Lambung Jalankan Puasa?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT