Labetalol (diberikan IV) dikenal sebagai antihipertensi lini kedua untuk mengobati hipertensi parah pada wanita pre-eclampsia. Obat ini biasanya dijadikan sebagai cadangan bila target tekanan darah tidak tercapai dengan hidralazin.
Indikasi:
Untuk mengobati hipertensi parah pada wanita hamil, yang umumnya disebut dengan pre-eclampsia.
Dosis:
15-20 mg (diberikan IV) dengan infus lambat selama 1-2 menit, kemudian beri 20-80 mg (dengan bolus IV) dengan jarak 10 menit sampai efek yang diinginkan tercapai.
Dosis maksimum: 300mg
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Efek CNS (kelelahan, depresi, pusing, kebingungan, gangguan tidur); efek CV (gagal jantung, hipotermia, impotensi); Efek berturut-turut (bronchospasm pada pasien yang rentan dan obat dengan kandungan beta1 harus digunakan secara hati-hati pada pasien ini); Efek GI (N/V, diare, konstipasi); Efekmetabolik (bisa memproduksi hiper- atau hipoglikemia, perubahan pada serum kolestrol & trigliserid.
Instruksi Khusus:
- Amati HR, BP, & ECG selama pemberian IV.
- Setelah pemberian IV pertama, pasien tanpa efek samping terbatas mungkin diubah secara oral dengan target jeda HR antara 50-60 bpm.
- Berkontra-indikasi dengan bradycardia, SBP <100mmHg, sumbatan pada paru-paru, tanda-tanda dari peripheral hipoperfusion.
- Gunakan dengan hati-hati pada pasien penderita bronchopasma, asma, atau penyakit pernapasan lainnya. Gunakan dengan hati-hati pada penderita depresi, pasien dengan peripheral vascular disease (PVD) dan pasien pengguna insulin.
- Beta-blockers mungkin menutupi gejala-gejala hipertiroidisme dan hipoglikemia, dan mungkin memperburuk psoriosis.
- Pasien yang dalam pengobatan jangka panjang tidak boleh menghentikan pengunaan secara tiba-tiba, harus berhenti secara bertahap selama 1-2 minggu.











































