Propranolol

Propranolol

- detikHealth
Senin, 05 Jul 2010 14:43 WIB
Propranolol
Jakarta - Deskripsi:
Propranolol adalah tipe beta-blocker non-selektif yang umumnya digunakan dalam pengobatan tekanan darah tinggi. Obat ini adalah beta-blocker pertama yang sukses dikembangkan.

Indikasi:

Digunakan untuk mengobati atau mencegah gangguan yang meliputi migrain, arrhythmias, angina pectoris, hipertensi, menopause, dan gangguan kecemasan.

Dosis:

Pemberian reguler:
  1. Dosis sebesar 20-40 mg diberikan melalui mulut (per oral), sebanyak 2-3 kali sehari.
  2. Dosis boleh ditambah dengan jarak mingguan sesuai dengan respon pasien.
  3. Dosis maksimum: 480 mg/hari
Pemberian lanjutan:
  1. Dosis sebesar 80 mg diberikan melalui mulut (per oral), sebanyak 1 kali sehari.
  2. Dosis maksimum: 320 mg/hari

Efek Samping:

Efek CNS (kelelahan, depresi, pusing, kebingungan, gangguan tidur); Efek CV (gagal jantung, sumbatan jantung, kedinginan, impotensi pada laki-laki); Efek berturut-turut (bronchospasma pada pasien yang rentan & obat-obatan dengan beta1 harus digunakan secara selektif pada pasien ini); Efek GI (N/V, diare, konstipasi); Efek metabolik (bisa memproduksi hiper atau hipoglikemia, perubahan dalam serum kolesterol & trigliserid.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Instruksi Khusus:
  1. Berkontra-indikasi dengan bradycardia, sebelumnya ada tingkatan AV block yang tinggi, sindrom sakit sinus dan kegagalan LV yang tak stabil.
  2. Gunakan dengan hati-hati pada pasien bronchopasma, asma, atau penyakit sumbatan pernapasan. Gunakan dengan hati-hati dengan tingkatan block pertama, depresi, pasien dengan PVD, dan pasien yangmenggunakan insulin.
  3. Beta-blocker mungkin menutupi gejala hipertiroid & hipoglikemia dan mungkin memperburuk psoriasis.
  4. Pasien jangka panjang sebaiknya tidak berhenti dengan tiba-tiba, harus berhenti secara bertahap selama 1-2 minggu.
(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads