Perindopril adalah jenis obat yang disebut ACE (angiotensin converting enzyme) inhibitors. Perindopril bekerja dengan cara menghalangi ACE, yaitu enzim yang terlibat dalam penyempitan pembuluh darah dan menyebabkan retensi sodium dan cairan oleh ginjal. Hal ini menyebabkan pembuluh darah mengendur, membiarkan darah mengalir lebih bebas dan berada pada tekanan yang lebih rendah, dan meningkatkan kemampuan jantung memompa darah dalam beberapa jenis gagal jantung.
Indikasi:
Untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi) dan untuk mencegah serangan jantung pada orang dengan penyakit arteri coroner.
Dosis:
- Pemberian dosis melalui mulut (per oral) 4 mg sehari 1 kali, selama 2 minggu, kemudian boleh tingkatkan dosis ke dosis lanjutan.
- Dosis lanjutan melalui mulut (per oral) 10 mg sehari satu kali.
Efek Samping:
Efek CV (hipotensi, angioedema); Efek CNS (kelelahan, sakit kepala); Efek GI (gangguan perasa); Efek berturut-turut (batuk tidak berdahak; upper resp tract symptoms); Efek Dermatologis (ruam, erythema multiforme, toxic epidermal necrolysis); reaksi hipersensitivitas; Efek ginjal (kerusakan ginjal); Gangguan electrolyte (hiperkalemia, hiponatremia,); gangguan darah.
Instruksi Khusus:
- Pasien dengan HF dan mereka yang kekurangan gula atau air (melakukan diuretic atau dialysis) mungkin mengalami hipotensi selama tahapan pemberian dosis dalam terapi ACE inhibitor. (Mulai pengobatan atas pengawasan medis; pada pasien ini gunakan dosis rendah dan lakukan dengan posisi terlentang)
- Hindari pada pasien dengan aortic stenosis atau outflow tract obstruction dan harus terhindar dari penyakit actual renovascular.
- Gunakan dengan hati-hati pada pasien dengan riwayat keturunan atau idiophatic angioedema.
- Fungsi ginjal harus diukur sebelum pemberian ACE inhibitor dan harus diawasi selama terapi. (Pasien dengan penyakit ginjal atau yang menggunakan dosis tinggi harus diawasi secara reguler untuk mencegah proteinuria)











































