Lovastatin

Lovastatin

- detikHealth
Senin, 02 Agu 2010 13:00 WIB
Lovastatin
Jakarta - Deskripsi:
Lovastatin adalah grup obat yang disebut HMG CoA reductase inhibitors, atau "statins". Lovastatin mengurangi kadar kolesterol "jahat" (low-density lipoprotein, atau LDL) dan triglycerides dalam darah, sementara meningkatkan kadar kolesterol "baik" (high-density lipoprotein, atau HDL). Lovastatin digunakan untuk orang dewasa dan anak-anak yang minimal berusia 10 tahun.

Indikasi:
Digunakan untuk mengurangi risiko stroke, serangan jantung, dan komplikasi jantung lainnya pada penderita diabetes, penjakit jantung koroner, atau faktor risiko lainnya.

Dosis:
  1. Dosis awal: 20 mg melalui mulut (per oral), 1 kali sehari di malam hari.
  2. Boleh tingkatkan dosis hingga 80 mg melalui mulut (per oral), 1 kali sehari pada malam hari atau dengan dosis dibagi.
  3. Hypercholesterolemia ringan-sedang: Mulai dengan 10 mg melalui mulut (per oral), 1 kali sehari pada malam hari.
  4. Cakupan dosis: 20-80 mg melalui mulut (per oral), 1 kali sehari atau dengan dosis dibagi.

Efek Samping:
  1. Efek muskoskeletal (myalgia, arthralgia, kram otot); Efek GI (diare, sakit di bagian perut, flatulence); ruam, sakit kepala.
  2. Terjadinya myopathy dan biasanya dihubungkan dengan dosis tinggi ketika statin dikombinasikan dengan nicotinic acid (niacin) atau fibrate, pada pasien dengan kerusakan hati atau ginjal, infeksi serius, hipotiroidisme, dan pada pasien usia lanjut. Terjadinya rhabdomyolysis, namun agak jarang. Sarankan pasien untuk segera berkonsultasi dengan dokter, jika tanda-tanda penyakit otot yang mengarah pada myopathy terjadi (khususnya jika disertai oleh demam dan rasa tidak enak badan).

Instruksi Khusus:
  1. Dosis harus berdasarakan pada riwayat lipoprotein pasien.
  2. Peningkatan dosis harus selesai dalam jarak 4 minggu, sesuai dengan respon pasien hingga tingkat lipoprotein yang diinginkan tercapai.
  3. Tidak boleh digunakan pada pasien dengan penyakit liver (hati) kronis.
  4. Sebelumnya, fungsi liver (hati) harus dites, setelah 6-12 minggu menjalani terapi dan dengan peningkatan dosis manapun.
(ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads