Rosuvastatin adalah grup obat yang disebut HMG CoA reductase inhibitors, atau "statins". Lovastatin mengurangi kadar kolesterol "jahat" (low-density lipoprotein, atau LDL) dan triglycerides dalam darah, sementara meningkatkan kadar kolesterol "baik" (high-density lipoprotein, atau HDL). Rosuvastatin digunakan untuk orang dewasa dan anak-anak yang minimal berusia 10 tahun.
Indikasi:
Untuk mengurangi kolesterol dan triglycerides (jenis lemak) dalam darah, dan juga digunakan untuk menurunkan risiko stroke, serangan jantung, atau komplikasi jantung lainnya pada penderita diabetes, penyakit atau faktor rissiko lainnya.
Dosis:
- Dosis awal: 10 mg melalui mulut (per oral), 1 kali sehari.
- Boleh ditingkatkan hingga 20 mg melalui mulut (per oral), 1 kali sehari, setelah 4 minggu.
- Untuk penyakit hypercholesterolemia utama, dyslipidemia campuran, isolated hypertriglyceridemia, dan untuk memperlambat proses atherosclerosis: Mulai dengan dosis 10 mg melalui mulut (per oral), 1 kali sehari.
- Untuk penyakit Homozygous familial hypercholesterolemia dan Heterozygous familial hypercholesterolemia: Mulai dengan dosis 20 mg melalui mulut (per oral), 1 kali sehari.
- Untuk pasien dengan hypercholesterolemia akut yang memiliki risiko CV yang tinggi: Hingga 40 mg melalui mulut (per oral), 1 kali sehari.
- Dalam kasus di mana dosis lebih besar dari 20 mg ditemukan, permulaan terapi harus di bawah pengawasan ahli terdekat.
Efek Samping:
- Efek muskoskeletal (myalgia, arthralgia, kram otot); Efek GI (diare, sakit di bagian perut, flatulence); ruam, sakit kepala.
- Terjadinya myopathy dan biasanya dihubungkan dengan dosis tinggi ketika statin dikombinasikan dengan nicotinic acid (niacin) atau fibrate, pada pasien dengan kerusakan hati atau ginjal, infeksi serius, hipotiroidisme, dan pada pasien usia lanjut. Terjadinya rhabdomyolysis, namun agak jarang. Sarankan pasien untuk segera berkonsultasi dengan dokter, jika tanda-tanda penyakit otot yang mengarah pada myopathy terjadi (khususnya jika disertai oleh demam dan rasa tidak enak badan).
Instruksi Khusus:
- Dosis harus berdasarakan pada riwayat lipoprotein pasien.
- Peningkatan dosis harus selesai dalam jarak 4 minggu, sesuai dengan respon pasien hingga tingkat lipoprotein yang diinginkan tercapai.
- Tidak boleh digunakan pada pasien dengan penyakit liver (hati) kronis.
- Sebelumnya, fungsi liver (hati) harus dites, setelah 6-12 minggu menjalani terapi dan dengan peningkatan dosis manapun.











































