Spironolactone merupakan potassium-sparing diuretic (water pill) yang mencegah tubuh dari penyerapan garam yang terlalu banyak dan menjaga tubuh dari kekurangan kadar potassium.
Indikasi:
- Untuk mengobati kondisi dimana terlalu banyak terdapat aldosterone dalam tubuh. (Aldosteron adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenalin untuk membantu mengatur keseimbangan garam dan air dalam tubuh).
- Untuk mengobati edema (fluid retention) pada penderita gagal jantung kongestif, cirrhosis pad hati, atau gangguan ginjal yang disebut sindrom nefrotik.
- Untuk mengobati atau mencegah hipokalemia Kadar potassium rendah dalam darah).
Dosis:
- Dosis awal: 25 mg melalui mulut (per oral), 1 kali sehari.
- Jika setelah 1 bulan pasien masih memiliki gejala tetapi kadar potassium dalam keadaan normal, tambahkan dosis menjadi 50 mg melalui mulut (per oral), 1 kali sehari.
Efek Samping:
Efek CNS (sakit kepala, keadaan mengantuk, ataksia, kebingungan mental);EfekGI (kram, diare); Endokrin & metabolis (gynecomastia, hirsutism, ketidakteraturan menstruasi, impotensi, acidosis sedang, hiponatremia, hiperkalemia, dan peningkatan BUN (blood urea nitrogen) yang temporer).
Instruksi Khusus:
- Sebelum memulai terapi, periksa serum K <5mmol/L & Cr<250 micromol/L (2.8 mg/dL)
- Hindari pada pasien dengan hiperkalemia atau kerusakan ginjal akut.
- Gunakan dengan hati-hati padapasien yang berisiko meningkatkan kemungkinan hiperkalemia (misalnya diabetes mellitus, pada orang yang lebih tua, pasien dengan kerusakan hati atau ginjal)
- Serum K dan Cr harus diukur setelah 4-6 hari dari dimulainya pengobatan. (Jika kadar serum K antara 5-5.5 mmol/L, kurangi setengah dosis. Jika kadar serum K >5.5 mmol/L, hentikan pemberian Spironolactone)
- Jika dosis ditingkatkan hingga 50 mg/hari, periksa serum K dan Cr 1 minggu setelah dosis ditingkatkan.
- Serum K dan Cr harus diawasi terus selama terapi.











































