Anistreplase adalah obat trombolitik. Obat ini mengubah plasminogen menjadi plasmin, yang pada gilirannya menurunkan fibrin (gumpalan darah) menjadi hasil pecahan fibrin.
Indikasi:
Untuk membersihkan sumbatan dalam pembuluh nadi yang dihubungkan dengan myocardial infarction.
Dosis:
30 u melalui pembuluh darah (intra venous) selama 4-5 menit sebagai dosis tunggal.
Jika pasien berada pada risiko tinggi tromboembolisme sistemik atau pembuluh darah, berikan:
Unfractionated Heparin (UFH) melalui pembuluh darah (IV):
- Berikan ≥4 jam setelah terapi ketika PTT <70 detik.
- Target PTT harus berkisar 50-70 detik dan infus harus dilanjutkan selama ≥48 jam.
Efek Samping:
- Efek hematologis (pendarahan khususnya dari luka tusukan, perdarahan internal yang parah, pendarahan intrakarnial); Reaksi alergi (ruam, kulit kemerah-merahan, urticaria, dan anaphylatic yang agak jarang dan serum penyakit seperti gejala-gejala); Efek lainnya (demam, kedinginan dengan sakit di bagian punggung dan perut); Efek GI (N/V); sindrom Guillain-Barre
- Pemberian infus mungkin dihubungkan dengan hipotensi (baik secara langsung maupun sebagai hasil dari reperfusi), bradycardia, dan arrhythmias bisa terjadi karena reperfusi.
- Menghancurkan gumpalan adakalanya menyebabkan emboli dimanapun.
- Reaksi alergi yang serius lebih mungkin terjadi dengan penggunaan Urokinase daripada Streptokinase.
Instruksi Khusus:
- Anistreplase muncul untuk menjadi antigenik dan bisa dinetralkan oleh antibodi Streptokinase.
- Antibodi anti-streptokinase dibentuk setelah sekitar 5 hari setelah penggunaan Streptokinase.
- Antibodi ini bisa menyebabkan resistensi atau hipersensitivitas pada dosis Streptokinase yang berikutnya.
- Direkomendasikan untuk tidak memberikan Streptokianse 5 hari - 12 bulan setelah pemberian pertama (thrombolytic alternatif bisa digunakan, kecuali Anistreplase).











































