Secara ilmiah, obesitas terjadi ketika asupan energi secara konsisten melebihi energi yang digunakan tubuh. World Health Organization (WHO) menyebut obesitas sebagai kondisi penumpukan lemak berlebih yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis. Faktor genetik memang berperan dalam mengatur nafsu makan, metabolisme, hingga distribusi lemak, tetapi bukan satu-satunya penentu.
Menariknya, massa tulang pada orang dewasa rata-rata hanya menyumbang sekitar 12-15 persen dari total berat badan. Variasi ukuran rangka tubuh memang ada, tetapi perbedaannya relatif kecil dan tidak cukup untuk menjelaskan kenaikan berat badan dalam jumlah besar. Lantas, jika bukan semata-mata karena "tulang besar", faktor apa yang sebenarnya paling berpengaruh terhadap obesitas?











































