detikhealth

Artikel 18+

Malam Pertama Tanpa Rasa Cemas

Pengantin Baru, Kapan Sebaiknya Lakukan Malam Pertama?

M Reza Sulaiman - detikHealth
Kamis, 11/09/2014 16:35 WIB
 Pengantin Baru, Kapan Sebaiknya Lakukan Malam Pertama?Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta, Malam pertama merupakan waktu pertama kalinya bagi pasangan suami istri (pasutri) yang baru saja menikah untuk melakukan hubungan seksual. Akan tetapi tak sedikit pasutri yang kebingungan kapan sebaiknya melakukan malam pertama.

Sebabnya, pesta pernikahan yang sebagian besar dilakukan pada malam hari membuat pasutri rawan letih dan kurang bergairah. Jika pun akhirnya berhubungan seksual, bisa jadi kenikmatan yang dicari malah tidak didapat.

Pakar seksologi kedokteran dari Siloam Hospital, dr Heru H. Oentoeng mengatakan bahwa tidak ada patokan waktu khusus kapan pasutri yang baru menikah dapat melakukan malam pertama. Yang harus diingat adalah apakah pada waktu tersebut mereka sudah siap secara fisik maupun mental.

"Ya kapan saja boleh dong kalau malam pertama. Mau langsung habis pesta kek, mau besoknya kek, atau bulan depannya kek, asalkan kedua-duanya setuju dan sip mental maupun fisik, silahkan saja," tutur dr Heru ketika dihubungi detikHealth dan ditulis pada Kamis (11/9/2014).

Dilanjutkan dr Heru, tentunya sebelum melakukan malam pertama, kedua pasangan harus tahu dulu kondisi masing-masing. Apakah sang suami atau istri merasa lelah, letih, atau bahkan mengantuk setelah melakukan pesta pernikahan.

Selain kondisi fisik, dr Heru juga mengingatkan bahwa untuk bercinta, khususnya di malam pertama, kondisi psikologis juga penting. Pasutri harus mampu melihat kondisi psikologis pasangannya. Bisa saja karena ia terlalu lelah, moodnya menurun dan malah marah-marah.

Untuk itu dr dr Heru menganjurkan untuk mendiskusikan hal ini kepada pasangan terlebih dahulu sebelum melakukan pesta pernikahan. Hal ini dilakukan untuk menghindari kekecewaan salah satu pasangan, baik istri ataupun suami, yang sudah mempunyai keinginan untuk bercinta namun ditolak dengan alasan lelah.

"Ya memang sebaiknya dikomunikasikan dulu. Kalau sudah komunikasi, kapan saja boleh, yang penting tahu kondisi diri sendiri. Apakah kuat atau malah capek. Kalau capek jangankan malam pertama, sampai kasur bisa langsung tidur," tutur dr Heru sembari terkekeh.

(mrs/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit