Sebanyak 18 orang dengan gangguan sleep apnea atau mengalami henti napas saat tidur diperiksa oleh para ilmuwan di New York University. Mereka mengalami gangguan pada memori spasial, yang berfungsi untuk mengingat-ingat hal sederhana dalam keseharian.
"Kita menemukan untuk pertama kalinya, bahwa sleep apnea berpengaruh negatif pada pembentukan memori tertentu," kata sang peneliti, Dr Andrew Varga seperti dikutip dari Healthday, Senin (3/11/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Temuan kami menunjukkan bahwa hilangnya sebagian ingatan mungkin merupakan gejala tambahan bagi petigas klinis untuk diamati pada pasien dengan sleep apnea," jelas Dr Andrew.
Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang membuat napas terhenti pada fase tertentu. Penyebabnya adalah otot-otot pernapasan yang mengendur saat tertidur sehingga jalan napas menyempit. Pada kebanyakan pasien, gangguan ini ditandai dengan tidur mendengkur alias ngorok.
(up/vit)











































