"Pertolongan pertama adalah berusaha mengembalikan posisi preputium atau kulit tudung penis. Apabila tidak berhasil maka harus segera dibawa ke dokter," tegas dr Ayodia Soebadi, SpU saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Kamis (8/1/2015).
Lebih lanjut, pria yang biasa disapa dr Yodi menuturkan, jika dokter tidak bisa mengembalikan posisi kulit tudung penis seperti semula, maka akan dilakukan tindakan bedah minor. Caranya, yakni dilakukan pemotongan dari kulit sampai cincin jeratan terbuka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat memeriksa pasien parafimosis, Dr Jong M Choe, MD dari Urodynamics/Continence Center, Department of Surgery, Division of Urology, University of Cincinnati Medical Center menuturkan umumnya dokter akan fokus pada penis dan skrotum pasien.
Jika kelenjar atau kulit tudung penis berwarna merah muda, maka suplai darah masih cukup bagus. Sebaliknya, jika tampak menghitam, autonekrosis atau mulai matinya jaringan di sekitar penis bisa saja terjadi. Selain itu, rabaan pada kelenjar di penis dan skrotum dikatakan Dr Choe juga bisa memberi informasi soal 'keberlangsungan hidup' kelenjar di penis.
"Penis yang normal itu lembut dan lentur. Tapi, jika kelenjar di sekitarnya terasa elastis dan tegang, ditambah dengan area penis yang berwarna hitam, maka nekrosis atau kematian jaringan pada penis patut diwaspadai," tutur Dr Choe.
(rdn/up)











































